RADAR JOGJA - Tren berkebaya menjadi salah satu keuntungan pasangan Purwati dan Agustinus Heriyanto. Keduanya merupakan pemilik usaha Kebaya Bu Pur yang berada di lantai tiga Pasar Beringharjo, Kota Jogja. Kebaya bekas yang dijual di toko tersebut bahkan sampai dicari-cari oleh artis ibu kota.
Purwati mengaku, sudah memulai usaha jual beli kebaya bekas sejak 2010. Mulanya, usaha kebaya bekas miliknya hanya melayani pembeli yang berada di dalam wilayah Jogjakarta saja. Namun seiring waktu, kebaya bekas mulai banyak diminati oleh banyak orang.
Menurut Bu Pur sapaan akrabnya, media sosial berperan cukup penting dalam penjualan kebaya bekas miliknya. Lantaran pasca-viral banyak kemudian anak-anak muda yang mencari kebaya bekas untuk kewajiban penggunaan busana adat maupun sekadar fashion.
Bahkan, toko kebaya bekas miliknya pun pernah didatangi oleh artis-artis ibu kota. Sebut saja pemeran film 5 cm Raline Shah dan Freyanashifa Jayawardana atau yang lebih dikenal sebagai Freya JKT48. Kedua artis papan atas itu diketahui juga membeli kebaya bekas dari toko milik Bu Pur.
“Kalau untuk jualan itu sebenarnya sudah lama banget, tapi untuk viralnya toko saya kalau tidak salah saat masa-masa pandemi. Setelah viral, artis dan selebgram banyak yang datang,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja, Jumat (18/10/2024).
Peminat kebaya bekas berasal dari kalangan anak-anak muda. Misalnya anak sekolah dan mahasiswa. Banyak di antaranya mencari untuk kebutuhan seragam sekolah, kemudian juga digunakan dalam sesi foto dan keperluan kostum film.
Adapun harga yang ditawarkan untuk kebaya bekas, kata Bu Pur, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Besaran pakaian tradisional yang lekat dengan perempuan Jawa itu tergantung dari kualitas dan jenis bahan yang digunakan.
Bu Pur mengungkapkan, bahwa permintaan kebaya bekas juga cukup tinggi. Dalam sebulan bahkan dia bisa menjual hingga ratusan potong. Baik itu yang dibeli langsung atau yang ditawarkan oleh para pelaku usaha jasa titip (jastip). “Banyak yang mencari kebaya bekas karena harganya jauh lebih murah dibandingkan jika membeli yang baru,” tandas Bu Pur. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita