RADAR JOGJA - Olahraga di pusat kebugaran bersama lawan jenis tidak sepenuhnya menimbulkan rasa nyaman bagi kalangan perempuan. Hal ini karena pola latihan yang dilakukan cenderung berbeda dengan laki-laki.
Personal trainer gym perempuan Aprillia Ayuningsih mengatakan, perbedaan latihan antara laki-laki dan perempuan dalam olahraga gym ini adalah pada pembentukan badan. Laki-laki akan fokus upper body. Sehingga banyak ditemui pria berotot di pusat kebugaran.
Sedangkan perempuan, akan fokus latihan membentuk lower body. Khususnya pada kaki, pantat, dan perut.
"Karena kebanyakan mereka yang belum tahu pasti mikirnya nanti nge-gym badanya akan sama kayak cowok,” lontarnya.
Wanita yang bekerja di Poetri Gym ini menjelaskan, pola latihan perempuan akan lebih gampang daripada kaum adam. "Tapi sebenarnya cewek juga penting untuk latihan upper body, karena membentuk hour glass body kan juga butuh latihan upper," ujar Aprillia.
Meski demikian, dia turut senang dengan semakin menjamurnya pusat kebugaran di Jogjakarta. Terlebih gym khusus perempuan. Menandakan bahwa pasar yang mengakses fasilitas ini menjaga kesehatan kian masif. “Itu sangat bagus dan positif," katanya.
Dia pun turut berpesan, agar perempuan tidak lagi takut datang ke gym. Terlebih dengan tujuan untuk membentuk massa otot. “Karena pada dasarnya pembentukan otot untuk wanita dan lelaki itu berbeda," ungkapnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita