RADAR JOGJA - Silent walking sendiri dimaknai berjalan dengan khidmat. Tidak sambil mendengarkan musik, siniar, atau bermain ponsel. Di sini para pelaku fokus untuk mendengarkan suara alam, lalu lintas, hingga pikirannya sendiri.
Peni Nur Febriyanti mengaku kerap melakukannya meski tidak mengetahui jika hal ini tergolong sebagai silent walking. Dia menilai, ponsel justru membuatnya tidak fokus.
"Kalau kita bergerak sembari mendengarkan musik malah jadi ribet. Kalau jalan ya jalan aja. Tapi kalau aktivitasnya duduk, aku memang suka dengar musik," ujarnya.
Perempuan asal Cangkringan, Sleman ini menjelaskan, adanya telepon hanya akan membuatnya fokus di dunia maya. Baik itu untuk membalas pesan, bermain media sosial, hingga membuat konten. "Enggak semua harus dipamerkan. Buat apa juga, enggak semua harus divalidasi," ucapnya.
Peni menjelaskan, tidak ada waktu pasti untuk melakukan silent walking ini. Dia hanya melakukannya ketika ingin. Meski begitu, dia menekankan pentingnya pemilihan lokasi.
Dia sendiri kerap memilih Embung Banjarharjo yang tak jauh dari rumahnya. Menurutnya, di sana pemandangannya memarik karena bisa melihat matahari tenggelam. "Sekali jalan paling sekitar 30 menit," tambahnya.
Baca Juga: Tiga Nama Pimpinan Dewan Diusulkan, Tunaryo Diusulkan Jadi Ketua DPRD Purworejo Definitif
Peni menuturkan, kalau pun dia berjalan bersama teman, mereka sama-sama berkomitmen untuk tidak menggunakan ponsel. "Paling penting itu niat buat jalan dan bergerak," tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Putra Khaerudin. Dia menilai musik atau ponsel akan mengganggu aktivitas jalannya. Sehingga silent walking bisa membuatnya fokus mengatur ritme jalan. "Lebih menstabilkan tubuh sekalian bergerak juga," jelasnya.
Putra juga mengatakan tak menyiapkan jadwal khusus untuk silent walking. Namun, dia kerap melakukannya ketika sore hari. "Kegiatan ini simpel sebenernya. Lebih enjoy dan bisa melihat interaksi orang-orang," tambahnya.
Dia berpesan, bagi mereka yang ingin melakukannya bisa langsung melakukannya. "Jalani saja, paling penting niatnya," tandasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita