Sehingga tak heran, banyak anak yang tidak mengetahui permaianan tradisonal, seperti permainan congklak.
Congklak sendiri merupakan jenis permainan tradisional yang penuh edukasi dan menghibur, kini semakin jarang dimainkan oleh anak-anak.
Padahal permainan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, serta memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak.
Jadi apa itu Congklak?
Congklak adalah permainan tradisional yang menggunakan papan berlubang dan biji-bijian.
Papan congklak biasanya terbuat dari kayu dengan lubang-lubang kecil yang mengelilingi dua lubang besar di kedua ujungnya.
Biji-bijian yang digunakan bisa berupa biji-bijian tanaman, kerang, atau batu kecil.
Permainan congklak melatih kemampuan berhitung, strategi, dan konsentrasi.
Selain itu, congklak juga mengajarkan nilai-nilai sosial seperti sportifitas, kerja sama, dan kesabaran.
Kemudian mengapa permainan tradisional congklak ini mulai dilupakan?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan permainan congklak semakin jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang.
Di antaranya yaitu karena munculnya gadget dan permainan digital membuat anak-anak lebih tertarik bermain game online daripada permainan tradisional seperti congklak.
Lalu faktor selanjutnya anak-anak zaman sekarang cenderung lebih individualis dan kurang terlibat dalam permainan bersama teman-teman.
Dan terakhir karena banyak anak yang tidak mengenal permainan congklak karena kurangnya informasi dan sosialisasi dari orang tua atau lingkungan sekitar.
Meskipun terkesan sederhana, permainan congklak memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, antara lain permainan congklak membantu anak-anak melatih kemampuan berhitung, logika, dan pemecahan masalah.
Lalu permainan congklak membutuhkan fokus dan konsentrasi yang tinggi, sehingga dapat membantu anak-anak meningkatkan kemampuan konsentrasinya.
Kemudian mengambil dan memindahkan biji-bijian dalam permainan congklak membantu melatih koordinasi tangan dan mata anak.
Mari kita bersama-sama melestarikan permainan tradisional congklak agar warisan budaya bangsa tidak hilang begitu saja dengan memperkenalkan permainan tradisional ke anak-anak sehingga.
Mari kita terus budayakan permainan tradisional kita bukan hanya congklak tapi permainan lainnya juga.
Penulis: Demartha Salsa Anugrah
Editor : Bahana.