Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Pola Tidur Polyphasic: Pola Tidur Pendukung Produktivitas Ala Leonardo da Vinci

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 26 Juli 2024 | 18:02 WIB
Ilustrasi pola tidur polyphasic.
Ilustrasi pola tidur polyphasic.

RADAR JOGJA - Banyak dari kita yang terus mencari cara untuk meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan waktu yang tersedia dalam sehari.

Salah satu metode yang sering disebut-sebut oleh para pendukung produktivitas adalah pola tidur polyphasic.

Metode ini menarik perhatian karena klaimnya yang menjanjikan waktu bangun lebih banyak dan peningkatan fokus.

Namun, benarkah pola tidur ini efektif? Dan apa saja resiko yang mungkin timbul? Mari kita ulas di Artikel ini.

Apa Itu Tidur Polyphasic?

Tidur polyphasic adalah pola tidur yang melibatkan tidur dalam beberapa periode singkat sepanjang hari, bukan satu periode panjang pada malam hari.

Ada beberapa jenis jadwal tidur polyphasic yang populer, seperti:

1. Jadwal Uberman: Enam tidur singkat selama 20 menit yang tersebar merata sepanjang hari.

2. Jadwal everyman: Tidur inti selama 3-4 jam dengan tiga tidur singkat selama 20 menit.

3. Jadwal Dymaxion: Empat tidur singkat selama 30 menit yang tersebar sepanjang hari.

Leonardo da Vinci adalah salah satu tokoh terkenal yang diduga menerapkan tidur polyphasic, khususnya jadwal Uberman.

Ini dipercaya memberikan ia lebih banyak waktu untuk bekerja pada proyek-proyeknya yang beragam.

Selain itu, tokoh-tokoh seperti Nikola Tesla dan Thomas Edison juga dikatakan telah menerapkan pola tidur serupa.

Keuntungan Potensial Tidur Polyphasic

1. Peningkatan Produktivitas

Dengan membagi tidur menjadi beberapa sesi singkat, beberapa pelaku tidur polyphasic melaporkan peningkatan fokus dan produktivitas selama jam bangun.


2. Kreativitas yang Ditingkatkan

Seringnya masuk ke dalam fase REM dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.


3. Jam Bangun Lebih Lama

Tidur polyphasic dapat memberikan lebih banyak waktu bangun untuk mengeksplorasi hobi, belajar, dan aktivitas lainnya.

4. Manfaat Kesehatan Potensial

Beberapa studi awal menunjukkan bahwa jadwal tidur polyphasic tertentu mungkin memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Risiko dan Tantangan

1. Kurang Tidur

Mengurangi jumlah tidur total dapat mengakibatkan kurang tidur, yang dapat meningkatkan risiko kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gagal jantung, dan stroke.

2. Kesulitan Sosial

Jadwal tidur polyphasic bisa sulit untuk dipertahankan dalam dunia yang beroperasi pada pola tidur monophasic (satu fase), terutama dalam hal jam kerja, komitmen sosial, dan tanggung jawab keluarga.

3. Kelelahan Awal

Beralih ke rutinitas polyphasic bisa sangat melelahkan pada awalnya, karena tubuh harus menyesuaikan diri dengan ritme baru.


4. Dampak Kesehatan Jangka Panjang


Dampak jangka panjang dari tidur polyphasic terhadap kesehatan belum terdokumentasi dengan baik.

Ada potensi risiko serius terkait kurang tidur dan gangguan ritme sirkadian.

Meskipun tidur polyphasic menawarkan janji produktivitas dan kreativitas yang meningkat, penting untuk mengingat bahwa kebutuhan tidur setiap orang bersifat individual.

Apa yang berhasil untuk Leonardo da Vinci mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Sebelum mencoba pola tidur ini, lakukan riset mendalam, pahami risiko dan manfaatnya, dan yang terpenting, dengarkan dan pahami kebutuhan tubuh Anda. (Hasna Rafidah)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Apa Itu Tidur Polyphasic #Thomas Edison #metode #waktu bangun lebih banyak #manfaat kesehatan #risiko #nikola tesla #tubuh #kebutuhan #Polyphasic #tidur #leonardo da vinci #fokus #tantangan #kesehatan jangka panjang #Pola Tidur Pendukung #Ala #Mengenal #produktivitas #pola tidur #Pola Tidur Polyphasic