RADAR JOGJA - Dalam perjalanan hidup seringkali setiap orang dihadapkan dengan beberapa pilihan.
Hal ini terkadang memicu ketakutan diri sehingga mengganggu pikiran dan kenyamanan diri.
Dalam situasi ini, langkah apa yang akan diambil selanjutnya?
Setiap orang pasti pernah mengalami quarter life crisis, fase dimana mengalami kekhawatiran di usia remaja.
Masa mencari jati diri dan tujuan hidup, langkah yang akan diambil selanjutnya bagaimana.
Fase ini biasa terjadi pada remaja berusia 20-25 tahun, dimana mereka baru memasuki dewasa.
Orang yang berada di fase quarter life crisis cenderung lebih mudah stres.
Gejala quarter life crisis bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti berikut:
1. Kebingungan Karir
Bagi remaja berusia 20-25 tahun karir merupakan salah satu ketakutan terbesar.
Banyak dari mereka merasa bingung dan tidak yakin tentang jalur karir yang dipilih.
Saat menetukan karir kadang dihadapkan dengan beberapa pilihan sulit dan tidak jarang banyak juga yang terpaksa menjalankan karir tidak sesuai dengan fashion.
2. Kecemasan Finansial
Kekhawatiran tentang stabilitas finansial sering kali menjadi penyebab stres.
Dimana mereka sudah mulai lepas dari tanggung jawab orang tua.
Kekhawatiran muncul karena ketidakmampuan untuk mencapai tujuan keuangan.
Seperti mencukupi kehidupan sendiri atau bahkan membantu ekonomi keluarga juga dapat menambah tekanan.
3. Krisis Identitas
Sudah tidak asing lagi bagi anak muda zaman sekarang terutama gen Z, krisis identitas terjadi saat mereka merasa tidak mengenal diri sendiri atau tidak yakin dengan nilai dan tujuan hidup mereka.
Ini bisa menyebabkan perasaan tidak berarti dan kehilangan arah, kadang saat akan mengambil keputusan menjadi tidak percaya diri dan tidak yakin dengan kemampuan dirinya sendiri.
3. Ketidakpastian dalam Hubungan
Crisis ini juga dapat mempengaruhi hubungan personal.
Menjalin hubungan selama masa remaja memanglah penting dan memiliki peranan signifikan dalam perkembangan.
Tapi jangan sampai hubungan merusak masa depan dan lupa dengan tujuan hidup sebenernya.
4. Perasaan Terjebak
Merasa terjebak dalam rutinitas atau situasi hidup yang tidak berubah.
Mereka mungkin merasa sulit untuk membuat perubahan atau mengambil langkah baru karena sudah berada di zona nyaman.
Orang yang sudah berada di zona nyaman akan cenderung lebih sulit melakukan perubahan karena meraka sudah puas dengan apa yang dimilikinya saat ini.
Cara Mengatasi Quarter Life Crisis:
1. Refleksi Diri
Luangkan waktu untuk merenung dan memahami apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup.
Mencoba untuk tidak overthinking dan memikirkan apa yang belum terjadinya.
2. Tetapkan Tujuan yang Realistis
Mencoba belajar untuk menetapkan tujuan yang pasti.
Buat daftar tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis dan terukur.
Ini akan membantu kamu merasa lebih terarah dan memiliki sesuatu untuk dicapai.
3. Mencari Dukungan
Bagi kebanyakan orang bercerita adalah cara terbaik untuk membantu meringankan masalah.
Jangan ragu untuk mencari bantuan dari teman, keluarga, atau profesional.
4. Jaga Kesehatan Mental dan Fisik
Mengelola stres dengan baik melalui olahraga, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengatasi stress.
Hindari terlalu banyak mengurung diri karena itu akan memicu depresi.
5. Keluar dari Zona Nyaman
Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman.
Pengalaman baru dapat memberikan perspektif berbeda dan membantu menemukan tujuan hidup yang lebih jelas.
Quarter life crisis adalah fase yang normal dan bisa dialami oleh siapa saja.
Dengan mengenali gejalanya dan mengambil langkah-langkah yang tepat, kamu dapat mengatasinya dan melanjutkan hidup dengan lebih percaya diri dan tujuan yang jelas.
Ingat, bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing.
Season setiap orang berbeda jaadi jangan pernah membanding-bandingkan diri dengan orang lain. (Novianti Fitri Nadilah)
Editor : Meitika Candra Lantiva