RADAR JOGJA - Konsisten untuk mengonsumsi real food dilakukan oleh pasangan suami istri asal Purworejo Teguh Irianto, 33, dan Rina Astuti, 29. Sudah dilakoni keduanya sejak empat tahun terakhir.
Selama prosesnya, bahan makanan yang dikonsumsi setiap hari seperti telur, udang, daging, dan sayur mayur. Seluruhnya hanya dimasak dengan cara direbus atau dipanggang. “Untuk mengirangi minyak, misal ikan ya dipepes,” sebut Teguh Jumat (19/7).
Agar rasa masakan tidak hambar, bumbu aromatik (bumtik) turut ditambahnya. Seperti daun bawang, bawang bombai, bawang putih, jahe, seledri, merica, serai, jahe, hingga cabai untk memperkuat rasa dan aroma. "Untuk perasa paling garam, lada, tidak pakai micin (MSG)," katanya.
Menurut Teguh, real food sangat baik untuk kesehatan. Terlebih keduanya tengah melakukan program hamil (promil). Sedangkan keberhasilan promil tidak hanya ditentukan oleh kualitas sperma dan sel telur. “Makanan yang dikonsumsi perempuan ambil andil dalam menentukan kesuburan yang dapat memengaruhi kehamilan,” bebernya.
Saat ini, dia mengaku sudah tidak tergiur dengan makanan cepat saji (fast food). Untuk mengantisipasi bosannya menu makanan, setiap pekan dilakukan pembaharuan menu. “Kalau bertamu biasanya disajikan fast food ya tetap kami makan untuk menghargai. Tapi tetap terkontrol," sebut dia.
Selain fast food, kata Teguh, dia juga menghindari sejumlah makanan lain yaitu makanan berkalori tinggi dan gula berlebih. Seperti, produk olahan kaleng, minuman ringan berkarbonasi, makanan frozen, hingga beragam kue. (han/eno)
Editor : Satria Pradika