RADAR JOGJA - Fear of Missing Out (FOMO) menjadi fenomena psikologis yang akhir-akhir ini marak.
Fenomena ini cenderung terjadi pada generasi Zenthenial (Gen Z) bahkan menjadi tren di media sosial.
Menurut penelitian, kondisi ini menggambarkan ketakutan untuk melewatkan suatu momen, pengalaman, atau aktivitas yang sedang terjadi atau populer di lingkungannya.
Namun pada umumnya, FOMO ini rentan menimpa kalangan anak muda, tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang lebih tua juga bisa mengalaminya.
Sayangnya fenomena ini seringkali menimbulkan dampak yang negatif bahkan merusak bagi kesehatan mental seseorang.
Yuk kupas lebih dalam tentang FOMO!
Apa Itu FOMO?
FOMO merupakan singkatan dari "Fear of Missing Out"atau takut ketinggalan.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa cemas atau khawatir untuk melewatkan pengalaman, acara, atau aktivitas yang sedang terjadi di sekitarnya.
Ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang merasa FOMO.
Contoh, seperti paparan terhadap kehidupan sosial melalui media sosial atau cerita dari teman-teman, yang membuat seseorang merasa tertinggal atau kurang berpartisipasi.
FOMO tidak hanya terbatas pada kehidupan sosial secara langsung, tetapi juga bisa terjadi didalm berbeagai konteks, termasuk pekerjaan, pendidikan, dan hobi.
Orang yang FOMO ini akan terus-menerus merasa perlu terlibat dalam segala hal agar tidak kehilangan momen atau peluang penting.
Gejala FOMO
Untuk mengidentifikasi orang-orang yang mengalami FOMO, ini tidak sulit, ciri-cirinya, antara lain:
• Menggunakan Sosial Media Secara Berlebihan
Seseorang yang mengalami FOMO ini cenderung tenggelam dalam dunia media sosial, dengan harapan dapat menemukan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan orang lain.
Mereka yang melakukan FOMO ini mungkin merasa takut untuk melewatkan momen yang sedang terjadi atau yang sedang populer atau bahkan sesuatu yang penting.
Aktivitas seperti "Scorilling" tanpa henti di platform media sosial bisa menjadi cara untuk mengatasi rasa cemas tersebut.
• Takut ditolak dan dikucilkan
FOMO ini juga sering dipicu oleh rasa takut ditolak dan dikucilkan dari kelompok sosial.
Maka dari itu mengapa mereka yang mengalaminya merasa perlu untuk up to date agar bisa diterima oleh suatu kelompok tertentu.
Mereka juga takut jika tidak aktif atau terlibat dalam setiap acaramembuatnya diabaikan oleh lingkungan sekitarnya.
Kondisi tersebut dapat membentuk sikap ekstrem di mana pengidapnya tidak hanya terlibat dalam kegiatan yang diinginkan, tetapi dapat terlibat dalam kegiatan yang sebenarnya tidak sesuai dengan minat atau kebutuhan.
• Terlalu Berkomitmen
Berkomitmen memang baik dan menandakan bahwa anda memiliki pendirian dan bertanggung jawab.
Akan tetapi, jika terlalu berkomitmen dapat menguras energi fisik dan mental.
Sayangnya, orang yang terlalu FOMO ini cenderung terlalu berkomitmen di berbagai aktivitas atau acara agar tidak ketinggalan.
Orang FOMO ini juga bisa merasa bahwa terlibat dalam banyak hal dan aktivitas adalah cara untuk mengamankan peluang dan pengalaman hidup.
Akan tetapi, kelelahan karena terlalu berkomitmen ini dapat mempengaruhi kualitas hidup secara setengah atau bahkan keseluruhan dan bahkan dapat membahayakan kesehatan untuk jangka panjang.
• Merasa Tidak Puas
Meskipun terlibat di berbagai kegiatan, pengidap FOMO sering tidak pernah merasa puas. Mereka selalu mencari hal baru, pengalaman yang lebih menarik, atau moment yang lebih seru.
Alhasil, orang yang mengidap FOMO ini tidak nbisa menikmati momen saat ini dikarenakan mereka selalu berpikir tentang apa yang bisa terjadi di tempat lain.
FOMO ini dapat menciptakan siklus tanpa ujung yang mana kepuasan selalu tertunda karena keinginan yang terus muncul untuk mencari hal yang lebih baik lagi.
Jadi bagaimana sobat radar apakah anda sudah mengetahui apa itu FOMO dan gejalanya?
Jika anda mengalami gejala FOMO ini segeralah untuk berhenti dari aktivitas yang mengarah kepada FOMO.
Jika sudah memiliki dampak yang lebih segeralah untuk periksa ke psikologi atau psikiater terdekat. (Bayu Prambudi Susilo)
Editor : Meitika Candra Lantiva