RADAR JOGJA - Dosen Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) Ravindra Ardiana Darmadi menjelaskan, frugal living berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan. Sebab seseorang akan berbelanja atau memenuhi kebutuhannya sesuai dengan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan saja.
Tujuan utamanya untuk mengurangi pengeluaran, menghindari hedonisme, dan menyesuaikan income atau pendapatan. Frugal living pun tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah. Karena banyak pula kalangan menengah ke atas yang menerapkan pola tersebut.
Ravindra mencontohkan, ketika seseorang ingin membeli mobil, dipastikan terlebih dahulu kebutuhannya untuk apa. Karena biasanya, ketika seseorang hendak membeli sesuatu ada dua dua hal yang mendasarinya. Entah itu fear of missing out (fomo) atau memang benar-benar dibutuhkan.
Dengan kata lain, perlu ada pertimbangan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya. "Seperti halnya dengan makanan. Bagi anak kos, mereka akan memperhitungkan biaya antara memasak sendiri atau membeli makanan di warung," ujar dia di kantornya Jumat (5/7).
Sebetulnya, kata dia, frugal living sudah diterapkan sejak lama. Namun, istilahnya baru digunakan baru-baru ini. Menurut Ravindra, frugal living merupakan salah satu tips dan trik untuk mengelola keuangan dengan bijaksana.
Di usia-usia produktif, seperti generasi Z hingga anak-anak zaman sekarang membutuhkan literasi finansial. Karena mereka rentan untuk melakukan pemborosan atau hedonisme. Apalagi dari masa ke masa, nilai kebutuhan akan semakin tinggi. "Ada peribahasa, sedia payung sebelum hujan. Frugal living ini termasuk salah satu cara untuk antisipasi,” lontarnya.
Jika seseorang tidak punya saving atau tabungan, akan mengarah pada kegagalan finansial. “Beda kalau sudah bersiap-siap dengan menyisihkan uang untuk kebutuhan masa yang akan datang," sambungnya.
Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk menerapkan frugal living. Seperti memperhatikan anggaran dengan sistem budgeting, membuat daftar belanja atau kebutuhan, hingga mempertimbangkan investasi dan tabungan. Pola seperti itu dapat diterapkan sejak dini kepada anak-anak.
Namun demikian, frugal living bukan berarti harus menahan diri dari kesenangan atau meniadakan kualitas hidup. Tetapi, dengan pola hidup yang sederhana itu dapat mencapai keseimbangan. Antara memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meraih tujuan finansial jangka panjang. (aya/eno)
Editor : Satria Pradika