Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Yuk Kenali! Dampak Positif dan Negatif Jalan Kaki Setelah Makan

Adinda Ayu Farhani • Sabtu, 15 Juni 2024 | 20:21 WIB
Ilustrasi jalan kaki setelah makan.
Ilustrasi jalan kaki setelah makan.

RADAR JOGJA - Olahraga teratur dapat membantu menjaga tubuh tetap bugar.

Salah satunya adalah jalan kaki yang populer karena mudah dilakukan dan tidak memakan banyak biaya.


Namun, Anda harus memperhatikan waktu dan jarak jalan kaki Anda untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.

Jadi bisakah kamu berjalan setelah makan?


Ternyata jalan kaki setelah makan tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga berdampak negatif bagi kesehatan.


Ketahui secara lengkap melalui uraian di bawah ini agar tidak salah pemahaman lagi tentang jalan kaki setelah makan.


1. Meningkatkan pencernaan


Jalan kaki setelah makan dapat melancarkan pencernaan, karena merangsang kerja lambung dan usus agar bekerja lebih baik, sehingga makanan lebih cepat dicerna.


Selain itu, aktivitas fisik rendah hingga sedang, seperti berjalan kaki, dapat melindungi saluran pencernaan untuk mencegah tukak lambung, maag, sindrom iritasi usus besar (IBS), sembelit, penyakit divertikular, dan kanker usus besar.


2. Menjaga gula darah tubuh tetap terkendali


Berolahraga setelah makan dapat mencegah lonjakan gula darah berlebihan.

Selain itu, jalan kaki setelah makan juga dapat mengontrol gula darah dalam tubuh.


Faktanya, sebuah penelitian pada tahun 2016 menemukan bahwa pada penderita diabetes tipe 2, berjalan kaki ringan selama 10 menit setelah makan mengontrol gula darah lebih baik daripada berjalan kaki 30 menit di luar waktu tersebut.

Jadi jalan kaki setelah makan ada baiknya 1-2 hari untuk penderita diabetes tipe 2.


3. Mengurangi risiko penyakit jantung


Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (DHHS) merekomendasikan olahraga intensitas sedang selama 30 menit lima hari seminggu dan berjalan kaki 10 menit tiga kali sehari setelah makan.

Jika dilakukan secara rutin, tekanan darah, kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida darah dapat dikontrol untuk mencegah risiko stroke dan penyakit jantung.


Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang tidak terbiasa bergerak dan memulai program jalan kaki dapat menurunkan tekanan darah sistoliknya sebesar 13 persen.

4. Menurunkan berat badan


Seperti diketahui, olahraga teratur dapat menyebabkan penurunan berat badan bila dibarengi dengan defisit kalori.

Hingga saat ini, diperlukan banyak data untuk melihat manfaat jalan kaki setelah makan untuk menurunkan berat badan.


5. Sakit perut


Ini adalah efek negatif dari berjalan setelah makan.

Sakit perut disebabkan oleh pergerakan makanan yang baru saja dimakan sehingga membuat lingkungan pencernaan kurang mendukung.

Akibatnya, seseorang mengalami gejala seperti kembung dan mual.


Jadi, untuk mengurangi sakit perut, tunggu 10-15 menit sebelum berjalan dan usahakan terus berjalan dengan intensitas rendah.


Inilah lima poin yang menjelaskan dampak positif dan negatif jalan kaki setelah makan.

Jalan-jalanlah setelah makan seperti yang disarankan di atas untuk mendapatkan manfaat maksimal.



Editor : Meitika Candra Lantiva
#makan #fakta #Kenali #meningkatkan #jantung #jalan kaki #Setelah #tubuh #pencernaan #penyakit #teratur #dampak #penelitian #gula darah #bugar #Olahraga #positif #Negatif