Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gerakan Preloved sebagai Usaha Kurangi Sampah Fashion, Ini Bedanya dengan Thrift Shop atau Awul-Awul

Delima Purnamasari • Rabu, 5 Juni 2024 | 00:25 WIB
Acara Jogjavaganza Carnival yang diselenggarakan oleh Loman Park Hotel Yogyakarta bersama Layana Indonesia dari Sabtu-Minggu (1-2/06).
Acara Jogjavaganza Carnival yang diselenggarakan oleh Loman Park Hotel Yogyakarta bersama Layana Indonesia dari Sabtu-Minggu (1-2/06).

 

 

RADAR JOGJA – Tren yang silih berganti menjadikan produsen berlomba-lomba memproduksi jenis pakaian terbaiknya.

Fenomena fast fashion semacam ini telah banyak mencemari lingkungan. Untuk menghadapi hal tersebut, muncul tren “preloved” yang berusaha mengurangi sampah fesyen.

“Preloved ini beda sama thrift yang pengusaha beli banyak untuk dijual lagi. Kalau preloved ini barangnya emang masih bagus-bagus banget,” jelas Reisa dari Layana Indonesia Minggu (2/6).

Preloved sendiri dimaknai sebagai pakaian bekas yang berasal dari koleksi pribadi seseorang untuk dijual kembali. Biasanya dijual karena beberapa alasan. Terkadang pakaian baru dipakai beberapa kali atau justru belum pernah dipakai sama sekali.

“Bajunya jarang dipakai jadi emang dijual sama influencer. Mereka ngurangin koleksinya dan temen-temen yang emang suka bisa dapet,” tambah Reisa.

Reisa sendiri ditemui kala menggarap acara Jogjavaganza Carnival yang mengusung konsep influencer garage sale. Acara dilaksanakan selama dua hari dari Sabtu-Minggu (1-2/06) di Loman Park Hotel Yogyakarta.

“Untuk bisa tampil fashionable itu tidak harus dengan harga yang mahal. Ini juga bagus-bagus,” tambah Reisa.

Dirinya mencoba mengajak mereka yang menyukai fesyen, terutama ibu-ibu muda. Hal ini ia lakukan dengan berkolaborasi bersama sepuluh influencer. Di antaranya, Rosa Akhirunnisa, Nindy Yunia, dan Devi Oktaviani.

Para influencer tersebut menjual berbagai barang preloved, seperti baju, tas, celana, hingga aksesoris.

Baca Juga: WADUH!! Tapera Menjadi Kewajiban Baru, Bagi Pekerja yang Menolak Akan Diberi Sanksi

Untuk mendukung gerakan ini, Layana Indonesia bersama Loman Park Hotel Yogyakarta juga turut menyediakan layanan karnaval kuliner, gelar wicara, hingga memasak untuk anak.

Salah satu pengunjung, Candra Saputra yang datang bersama keluarganya mengaku acara ini cukup mengasyikan. “Ada pilihan makanan-makanan dan banyak yang bisa dilihat,” tuturnya.

Ia sendiri sudah merasakan beberapa kuliner yang dijual sekaligus berencana membeli pakaian.

Manajer Marketing Communication Hotel Loman, Ifvan menjelaskan acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan hotel yang baru melakukan pergantian manajemen, fasilitas, termasuk nama dari sebelumnya Prime Plaza Hotel Jogjakarta.

“Hari pertama itu pengunjungnya sampai 370-an. Nantinya kita ingin membuat acara ini secara berkala,” tambahnya. (cr1)

Editor : Heru Pratomo
#fast fashion #Thrift Shop #Hotel #Awul-awul #fashion