Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Study tour ke Luar Negeri Disebut Tidak Wajib, Diikuti oleh Siswa yang Mampu

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 18 Mei 2024 | 15:30 WIB

 

Larangan Study Tour.
Larangan Study Tour.

RADAR JOGJA - Tak sedikit sekolah di wilayah Jogjakarta yang turut mengadakan study tour siswa ke luar negeri. Seperti yang ada di SMAN 6 Jogja dan SMAN 3 Jogja atau yang lebih dikenal dengan Padmanaba. Hanya saja, kegiatan ini diklaim sebagai program tidak wajib dari sekolah.

Kepala SMAN 6 Jogja Siti Hajarwati menyebut, kegiatan study tour terakhir dilakukan ke Eropa. Acara ini, merupakan usulan dari orang tua yang ingi anaknya kuliah di luar negeri. Sehingg kegiatan study tour sendiri, bertujuan untuk mengetahui fasilitas kampus, interaksi sosial, hingga kebudayaan yang ada.

Selama ini, lanjutnya, sekolah juga tidak menargetkan jumlah peserta. Sebab program tersebut diadakan secara mandiri oleh orang tua siswa, dan sekolah mendukung. Sebab bagi sekolah, study tour dianggap kegiatan positif. Karena siswa dan guru pendamping turut tahu soal pendidikan di luar negeri. “Biasanya 10:1. Atau 10 siswa, satu guru pembimbing,” ungkapnya kemarin (17/5).

Dia pun tidak menampik, jika guru pembimbing yang ikut serta dalam kegiatan tersebut bebas biaya. Namun hal ini turut diketahui semua pihak. Khususnya orang tua siswa. Terlebih guru pembimbing, juga memiliki tugas untuk mengawasi siswa. Bukan sekadar piknik dan memanafaatkan momentum.

"Kalau muridnya harus study ilmiah opo yo dinengke wae. Kan harus ada yang membimbing," lontarnya.

Tentang antisipasi kecemburuan sosial di lingkungan sekolah antara si kaya dan si miskin, sekolah sudah mengambil langkah-langkah. "Dalam waktu dekat diadakan sosialisasi (dari anak-anak peserta study tour kepada siswa yang tidak ikut, Red)" ujarnya.

Karena sudah ditanamkan kepada siswa yang berangkat ke Eropa, bahwa kedatangannya ke negara tujuan sebagai utusan dari siswa SMAN 6 Jogja yang mampu. "Anak-anak yang berangkat ke luar negeri memberikan ilmu yang diperoleh selama berkegiatan kepada siswa lain," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Jogja Kusworo mengatakan, study tour turut dilakukan sekolahnya. Namun dalam hal ini, kegiatan tersebut merupakan realisasi MoU antara SMAN 3 Jogja dan Stedelijk College Eidhoven, Belanda sejak 2014. "Perpaduan antara tour dan study," kata Kusworo.

Isi dari MoU tersebut di antaranya adalah mengadakan pertukaran pelajar, guru, budaya, materi ajar, dan sebagainya. Inti tujuanya adalah saling memahami kebudayaan masing-masing negara.

 

"Sejak itu kita adakan kunjungan dua arah, setiap tahun kita ke sana dan sebaliknya mereka juga ke sini," bebernya.

Pada tahun ini, terdapat 18 siswa beserta satu guru pendamping yang berangkat study tour ke Belanda. Mereka menghabiskan waktu di Belanda selama 21 hari.

"Siswa di sana tinggal dengan keluarga Belanda atau house family sana. Begitu juga jika siswa dari Belanda ke Jogja mereka juga tinggal dengan keluarga murid-murid SMA sini," jelasnya.

Siswa yang berangkat ke Belanda diajak untuk mengunjungi beberapa tempat seperti di Amsterdam. Di sana mereka melaksanakan kegiatan kolaboratif dan pembelajaran. "Sayang kalau cuma di satu sekolah karena sudah perjalanan jauh menghabiskan uang banyak," ujarnya.

Mereka juga melakukan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi di luar negeri di antaranya Universitas Berlin. Tujuanya untuk menambah wawasan tentang pendidikan di luar negeri.

"Siswa menjadi tahu bagaimana belajar di sana, materinya seperti apa bahkan cara untuk mendaftar di sana," tuturnya.

Setiap tahun siswa yang berangkat bervariasi jumlahnya. Pernah sampai 28 siswa yang berangkat ke luar negeri. Hal tersebut dikarenakan keikutsertaan siswa tersebut tidak wajib atau sukarela.

Selain di Belanda, SMAN 3 Jogja juga menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri seperti Australia dan Malaysia. Selain itu kerja sama dengan sekolah Singapura juga telah terjalin. (gun/oso/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#SMAN 3 Jogja #SMAN 6 Jogja #padmanaba