Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Olahraga Setelah Bekerja Jadikan Kualitas Tidur Lebih Baik

Guntur Aga Tirtana • Sabtu, 27 April 2024 | 15:00 WIB

 

TREN POSITIF: Pelanggan saat memanfaatkan waktu luang seusai bekerja dengan bermain badminton di GOR Area Badminton, Depok, Sleman kemarin (26/4).
TREN POSITIF: Pelanggan saat memanfaatkan waktu luang seusai bekerja dengan bermain badminton di GOR Area Badminton, Depok, Sleman kemarin (26/4).

RADAR JOGJA - Olahraga kini tidak hanya dilakukan di pagi hari. Khususnya untuk orang kantoran atau pekerja. Biasanya mereka memilih waktu sore atau malam hari setelah bekerja untuk berolahraga.

 

Seperti Astri Wulandari sudah menjadi kegiatan rutin untuk melakukan olahraga sekalipun di tengah kesibukannya bekerja. Itu dilakukannya sejak 2013, seiring dimulai kariernya di bagian Humas dan Protokoler Universitas Gadjah Mada (UGM). 

 

"Kalau dulu olahraga yang paling sering aku lakukan adalah lari, zaman orang belum pada (suka, Red) lari aku sudah lari,” ungkapnya kemarin (26/4).

 

Astri pun mengaku, tidak hanya menggeluti satu bidang olahraga. Dia juga sempat hanya melakoni jalan kaki sepuluh ribu langkah setiap hari. Karena bosan, dia juga sempat pindah ke tenis. “Sekarang aku balik ke badminton lagi. Ternyata sekarang kesadaran olahraga semakin tinggi jadi seolah-olah jadi tren," katanya.

 

Perempuan kelahiran 1992 itu mengatakan, pilihannya untuk kembali ke bulu tangkis karena setelah mencoba beberapa peruntungan di cabang olahraga lain. Namun konsistensi yang berusaha dibangun tak juga didapat. Akhirnya sepekan sekali setiap Rabu sore, olahraga itu selalu dilakukan. 

 

"Ternyata badminton adalah salah satu olahraga yang semua orang bisa. Dan lama-lama kita ngerasa fun aja. Ada konsistensi yang dibangun sama teman-teman disitu sehingga dapat fun dan sehat," bebernya. 

 

Memang ada perbedaan yang dirasakan ketika olahraga pagi dengan pada sore hari atau malam usai bekerja. Olahraga di pagi hari menjadikan dirinya lebih power full atau segar untuk menjalani atau mengerjakan aktivitas seharian. Namun berbeda yang dirasakan setelah olahraga pada sore hari. "Kalau setelah pulang kerja kayak increase well sleeping aja jadi quality tidurnya lebih menyenangkan dan nyenyak," jelasnya. 

 

Olahraga bulu tangkis yang dilakoni setiap pekan itu dimulai pukul 16.30 hingga 19.30. Namun, waktu itu tak bisa jadi patokan sebab dia pulang kantor tak tepat waktu. Meski demikian, tak membuat aktivitas olahraga tersebut kemudian ditunda atau tetap rutin dilakukan. 

 

"Sampai kita preparation-nya bahkan H-1 untuk diingatkan teman-teman bawa sepatu, baju, botol, perlengkapan olahraga dan lain-lain," sebutnya. 

 

Sementara itu, pegiat olahraga usai bekerja lainnya adalah Ryandika Ditya. Menurutnya, olahraga setelah bekerja tidak terbatas waktu karena dilakukan setelah pekerjaan selesai. Juga membuat kualitas tidur menjadi lebih baik. Meski sedikit merasa kelelahan, namun bisa cepat dikendalikan. 

 

"Kalau enaknya olahraga sore pulang kerja sekalian mandi sampai rumah fresh, makan malam dan tidur bisa ngerasain nyenyak," katanya. 

 

Jika memilih olahraga pagi, laki-laki 28 tahun itu khawatir akan mengganggu waktu bekerja. "Karena kalau pagi waktunya juga terbatas sementara harus segera bekerja. Waktu olahraganya juga jadi terbatas karena harus bergegas berangkat kerja," jelasnya. 

 

Intensitas olahraga Adit yang juga Humas Protokoler UGM terbilang sering. Karena dilakukan tiga kali dalam sepekan. Dan semuanya dilakukan setelah bekerja atau sore menuju malam hari. "Senin sore gym, Selasa sore badminton, dan terakhir kadang Kamis malam ada jadwal badminton lagi," rincinya. (wia/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#lifestyle #Olahraga