Karena dapat membuat tubuh terasa segar kembali.
Namun, pasti pada sebagian masyarakat sering mendengar bahwa meminum air dingin dapat membuat badan menjadi gemuk (berat badan bertambah).
Apakah pernyataan tersebut benar? Atau hanya mitos belaka? Begini penjelasan mengenai pernyataan tersebut.
Salah satu dokter yaitu Dr. Sung menjelaskan bahwa, minuman yang dikonsumsi saat dingin ketika masuk ke dalam tubuh anak menetralisir suhu air tersebut.
Namun apabila mengonsumsi makanan yang panas lalu meminum air dingin akan menyebabkan kerusakan pada gigi.
Gigi bisa rusak secara perlahan karena perbedaan suhu dari makanan dan minuman tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa air dalam jenis apapun memiliki kandungan 0 kalori, namun akan berbeda apabila ditambahkan gula, sirup, dan sebagainya.
Jadi apabila kita meminum air dingin sebanyak apapun tidak akan menambah berat badan.
Saat mengonsumsi air dengan porsi yang banyak pastinya akan membuat perut kembung dan sering buang air kecil.
Hal tersebut pasti akan membuat anda saat menimbang berat badan akan bertambah.
Namun itu bukanlah berat dari lemak melainkan kadar air.
Baca Juga: Konflik Ruben Onsu dan Adiknya Jordi Onsu Jadi Perbincangan Publik
Dr. Saddam Ismail juga menjelaskan bahwa dalam tubuh terdapat 2 jenis lemak yaitu lemak subkutan (lemak dibawah kulit) dan visceral (lemak diperut).
Ia juga menjelaskan bahwa ketika sehabis makan lalu meminum air es akan terjadi penumpukan lemak itu tidak benar atau hanyalah mitos belaka.
Lemak hanya akan menumpuk ketika pola hidup dan makan yang sehat, tidak karena mengonsumsi air dingin.