RADAR JOGJA - Di tengah popularitasnya di TikTok, Shawna Eveler, seorang wanita berusia 22 tahun, mengungkapkan pengakuan mengejutkan tentang perawatan kecantikan yang dilakukannya.
Shawna, yang dikenal karena konten fashion dan kehidupannya di platform tersebut, telah mencuri perhatian karena penampilannya yang terlihat jauh lebih tua dari usianya yang sebenarnya.
Dalam sebuah video yang memicu perbincangan luas di media sosial, Shawna membaca komentar-komentar yang menyatakan kekagetan orang-orang atas penampilannya yang terlihat seolah dua kali lipat usianya yang sebenarnya.
"Umur 45? Aku mungkin dianggap usianya di akhir 20-an, 30-an. Umurku 22, ya, mengejutkan," ungkap Shawna dalam videonya.
Pengakuan Shawna tidak berhenti di situ. Dia juga membagikan bahwa meskipun telah melakukan berbagai prosedur filler dan botox, dia tidak pernah menyangka bahwa penampilannya akan membuat orang mengira bahwa dia berusia 45 tahun.
Dalam respons terhadap hal ini, dr. Miriam Adebibe, seorang dokter kecantikan dan pendiri Klinik Kulit Dr. Miriam, memberikan penjelasan yang penting.
Dr. Miriam menjelaskan bahwa sementara perawatan kecantikan merupakan pilihan pribadi, penggunaan botox dalam dosis yang berlebihan bisa berdampak negatif.
"Dosis berat yang dilakukan secara teratur dengan interval tiga bulan sejak usia muda juga dapat menyebabkan atrofi otot, sebuah istilah medis yang menggambarkan penyusutan otot karena kurang digunakan," jelas dr. Miriam yang dikutip dari Baperanews pada Kamis (14/3).
Menurut dr. Miriam, penggunaan botox biasanya dipertimbangkan ketika garis-garis halus dan kerutan mulai terlihat lebih jelas, biasanya terjadi sekitar akhir usia 20-an hingga awal 30-an.
Dia menegaskan pentingnya konsultasi dengan dokter yang terpercaya sebelum melakukan prosedur kecantikan apapun, untuk memastikan dosis dan penggunaan yang tepat sesuai dengan kebutuhan individu.
Pengakuan Shawna dan penjelasan dr. Miriam memicu perbincangan luas di media sosial, mempertanyakan norma kecantikan dan perawatan kulit yang seringkali dipromosikan secara luas di platform-platform digital.
Editor : Bahana.