RADAR JOGJA - Miki hat atau topi miki menjadi alternatif pilihan bagi pengguna topi pada umumnya. Fungsinya sebagai penutup kepala yang lebih efisien dan efektif, membuat aksesoris ini semakin diminati. Terlebih bagi pengguna topi yang tidak suka dengan adanya ujung depan. Seperti yang dilakukan oleh Yoyock Suryo.
Dia mengaku sudah terbiasa memakai topi biasa. Tetapi karena menggunakannya dalam keadaan terbalik, sehingga mencoba membeli miki hat. Siapa sangka dia merasa nyaman dan memakainya hingga sekarang. Terbukti saat ditemui Radar Jogja, Yoyock pun sedang menggunakannya.
Menurut Yoyock, miki hat hampir mirip denga ketu atau kupluk. Karena memiliki ukuran yang pas pada bentuk kepala. "Ada plusnya ternyata, bisa dipakai salat. Tidak perlu bawa peci dari rumah," ungkapnya kemarin (8/3).
Meski demikian, dia menilai miki hat tetap memiliki fungsi yang lebih condong untuk fashion.
Sementara itu, pengguna lainnya Febri Eka Pambudi mengaku, hanya ikut-ikutan memakai topi miki. Itu lantaran memang sedang tren di kalangan anak muda. Menurutnya, itu dapat menunjang gaya penampilannya. Pria 25 tahun itu mengatakan, memang sejak SMA sering mengikuti tren fashion yang menjadi kekinian anak muda. "Karena lagi tren saja jadi saya pakai," ucapnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita