RADAR JOGJA - Seorang filsuf kuno Socrates, memberikan pandangan menarik terkait pernikahan.
Ia meyakini bahwa menikah adalah langkah menuju kebahagiaan, terutama menemukan istri yang baik.
Namun jika tidak beruntung dalam memilih pasangan, seseorang akan memperoleh kebijaksanaan melalui pengalaman tersebut.
'Menikahlah. Kalau Mendapat Istri Baik, Kamu Akan Bahagia, Kalau Tidak akan Jadi Bijak', begitulah pernyataan yang dibuat oleh filsus kuno Socrates.
Hal ini menjadi topik yang menarik dalam konteks hubungan dan kehidupan manusia.
Socrates menyadari bahwa kebahagiaan hidup tidak hanya terletak pada status lajang.
Melainkan juga dalam keberhasilan menjalani pernikahan yang sehat.
Menurut Socrates, menikah dengan orang baik akan membawa kebahagiaan.
Hal ini menyatakan bahwa pentingnya memilih pasangan hidup dengan bijak, karena kualitas hubungan dapat berpengaruh pada kebahagiaan individu.
Pada dasarnya, kebahagiaan pasangan yang mendukung, saling pengertian adalah faktor penting dalam menciptakan kebahagiaan dalam pernikahan.
Pasangan yang baik mampu memberikan dukungan emosional, berbagi kesenangan dan kesulitan serta tumbuh bersama dalam perjalanan hidup.
Namun jika seseorang tidak mendapatkan pasangan yang baik, pengalaman tersebut dapat membawa kebijaksanaan.
Baca Juga: BKKBN Sebut Ada 57 Persen Ibu Melahirkan di Indonesia yang Mengalami Baby Blues, Kok Bisa?
Hal ini berpengaruh pada pentingnya belajar dari pengalaman hidup, termasuk kegagalan dalam hubungan.
Meskipun pernikahan yang tak bahagia atau berakhir dengan perceraian, pengalaman tersebut merupakan suatu pembelajaran.
Seseorang dapat mengembangkan diri mereka dan bagaimana memilih hubungan di masa depan.
Dalam konteks modern, pernyataan Socrates memberikan inspirasi untuk merenungkan arti pernikahan dan bagaimana memilih pasangan hidup.
Terlepas dari zaman, kebijaksanaan dalam menentukan jalan hidup tetap menjadi kunci untuk mencapai kebahagiaan yang sejati. (Firda/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva