Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Begini Fakta Di Balik 2024. Menjadi Tahun Spesial, Terjadi 4 Tahun Sekali. Simak Penjelasan !

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 27 Januari 2024 | 17:45 WIB
Ilustrasi kalender tahun 2024 bulan februari.
Ilustrasi kalender tahun 2024 bulan februari.

RADAR JOGJA – Rasanya tahun 2024 menjadi tahun yang istimewa bagi sejumlah orang yang lahir pada tanggal 29 Februari.

Pada tahun 2024 ini, juga memiliki jumlah 366 hari.

Hal ini hanya terjadi selama 4 tahun sekali, atau disebut tahun kabisat.

Pada tahun kabisat, Februari akan bertambah satu hari.

Jika pada tahun non-kabisat, bulan Februari akan berjalan selama 28 hari, maka di tahun kabisat Februari akan berjalan selama 29 hari.

Sederhananya, kabisat merupakan tahun yang dapat dibagi habis oleh empat.

Lalu, mengapa tahun kabisat diperlukan?

Kabisat merupakan tahun yang sangat penting.

Sebab, satu tahun dalam kalender Gregorian sedikit lebih pendek daripada tahun matahari, yaitu jumlah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi matahari secara penuh.

Satu tahun kalender memiliki 365 hari.

Namun, satu tahun matahari sebenarnya sekitar 365,24 hari atau 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 56 detik.

Jika manusia tidak memperhitungkan perbedaan ini, maka setiap tahun yang terlewati, jarak antara awal tahun kalender dan tahun matahari akan bertambah 5 jam, 48 menit, dan 56 detik.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, menurut National Air and Space Museum, seiring berjalannya waktu hal ini akan menggeser waktu terjadinya musim.

Sebagai contoh, jika manusia berhenti menggunakan tahun kabisat maka dalam waktu sekitar 700 tahun, musim panas di belahan bumi utara akan dimulai pada bulan Desember, bukan bulan Juni.

Selain itu, menambahkan hari kabisat setiap empat tahun sekali dinilai mampu mengatasi masalah ini.

Sebab, satu hari tambahan sekitar sama panjangnya dengan perbedaan yang terakumulasi selama waktu ini.

Secara keseluruhan, tahun kabisat membuat kalender Gregorian tetap sejalan dengan perjalanan Bumi mengelilingi matahari.

Mengenal asal usul nama tahun kabisat

Dalam bahasa Inggris, tahun kabisat disebut “leap year” yang bermakna tahun yang melompat.

Nama ‘leap’ sendiri berasal dari fakta bahwa mulai Maret dan seterusnya, setiap tanggal pada tahun kabisat maju bertambah satu hari dari tahun sebelumnya.

Contohnya, 1 Maret 2023 jatuh pada hari Rabu, tetapi pada tahun 2024 tanggal 1 Maret jatuh pada hari Jum’at.

Tahun kabisat sebenarnya tidak hanya terdapat di kalender Gregorian, tetapi juga kalender Ibrani, Islam, China, dan Ethiopia.

Namun, keempat kalender itu tidak sama seperti Gregorian yang tahun kabisatnya muncul setiap empat tahun sekali. (Zulfa/Radar Jogja)

Baca Juga: Kas Hartadi Sudah Terbiasa Keluar dari Tekanan

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#tanggal 29 februari #2024 #februari #spesial #4 tahun sekali #asal usul #tahun kabisat