RADAR JOGJA – Setiap perayaan tahun baru, umumnya dirayakan dengan pesta kembang api.
Gemerlap cahaya di atas yang dihasilkan dari letupan kembang api dapat memanjakan mata.
Akan tetapi, setelah pesta kembang api tersebut selesai, sisa-sisa yang ditinggalkan dari letupan kembang api tersebut dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan.
Lingkungan
Kembang api berasal dari bubuk mesiu dan bahan-bahan peledak lainnya serta bahan-bahan padat seperti garam logam untuk menghasilkan warna saat dipanaskan dengan suhu tertentu.
Setiap warna yang ada di dalam kembang api, memiliki bahan-bahan yang berbeda.
Contohnya, untuk warna merah muda berasal dari bahan garam litium (Li), warna jingga atau kuning berasal dari bahan garam sodium (Na), warna hijau berasal dari bahan logam tembaga (Cu) dan Barium (Ba), dan warna merah yang berasal dari bahan kalsium (Ca) atau Strontium (Sr).
Saat semua bahan tersebut diledakan, akan melepaskan gas karbon dioksida, karbon monoksida, dan nitrogen.
Sedangkan bahan-bahan logam yang merupakan bahan untuk warna pada kembang api, tidak ikut terbakar habis di udara.
Bahan-bahan logam tersebut lah yang akan mencemari dan mempengaruhi kualitas udara, air, dan tanah, karena telah menjadi sebuah partikel bernama partikel aerosol.
Selain itu juga, gas oksida nitrat dan sulfur dioksida bisa meningkat yang bisa menyebabkan hujan asam dan gas rumah kaca.
Baca Juga: Manis Boleh Asal Jangan Kebangetan ! Ini Dia 3 Bahaya Suka Minuman Manis Bagi Kesehatan Tubuh Anda
Hewan-hewan di darat, air, dan laut juga akan terkena dampak dari bahan-bahan tersebut.
Khususnya pada hewan burung yang dimana hewan-hewab tersebut juga akan terkena dampak dari suara keras dan kilatan cahaya yang tiba-tiba dari letupan kembang api di langit tersebut.
Kesehatan
Polusi yang diakibatkan dari letupan kembang api juga bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Contohnya yaitu dapat terkena kardiovaskular.
Paparan polutan yang dihasilkan dari letupan kembang api tersebut bisa berdampak pada sistem kardiovaskular.
Paparan asap dan partikel bahaya dari kembang api juga bisa memengaruhi kesehatan saluran pernafasan, apalagi bagi penderita asma.
Setiap menjelang tahun baru ataupun hari-hari besar lainnya yang juga identik dengan kembang api, pasti ada saja berita yang muncul tentang ledakan kembang api yang berakibat pada luka bakar.
Perayaan kembang api menjelang tahun baru ataupun hari-hari besar memang meriah. Dampak yang diberikan pada lingkungan ataupun kesehetan pun juga meriah, karena bisa berefek hingga beberapa hari.
Perayaan kembang api mungkin bisa diganti dengan hal lainnya yang tidak kalah meriah, misalnya dengan terompet atau apapun itu yang tidak memberikan dampak negatif untuk sekitar. (Anistigfar/Radar Jogja)
Baca Juga: Si Nusa Indah Tak Sekedar Tanaman Hias, Punya Segudang Khasiat