Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apakah Benar Jika Mengurangi Jam Kerja Memiliki Dampak Positif Bagi Lingkungan, Begini Penjelasannya...

Trimina Klara • Minggu, 24 Desember 2023 | 16:50 WIB

sumber foto KlikDokter
sumber foto KlikDokter

RADAR JOGJA - Perdebatan mengenai pengurangan hari kerja sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan menjadi topik hangat belakangan ini.

Namun, dengan adanya tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan, muncul pertanyaan: apakah pengurangan jam kerja akan bermanfaat bagi bumi?

Beberapa organisasi dan perusahaan di seluruh dunia mulai mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jam kerja guna membantu karyawan memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan melakukan aktivitas di luar pekerjaan.

Beberapa pakar lingkungan meyakini bahwa inisiatif ini dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Perusahaan konsultan lingkungan Inggris, Tyler Grange, memberikan hari libur setiap minggunya kepada seluruh karyawannya untuk mengukur produktivitas.

Dengan percobaan ini, hasilnya adalah peningkatan efisiensi sosial dan peningkatan produktivitas harian sebesar 22% dan juga tampaknya berdampak pada jejak karbon perusahaan.

Di sisi lain, sektor publik dan perusahaan di Islandia di Spanyol, Swedia, Belgia, Jepang, dan Selandia Baru juga telah merasakan dampaknya.

Namun, uji coba di Inggris ini merupakan yang terbesar, melibatkan lebih dari 60 perusahaan.

Perusahaan-perusahaan bahkan mengklaim bahwa minggu kerja yang lebih pendek dapat membantu bumi.

Pada saat yang sama, menurut penelitian Juliet Schor yang dilakukan pada tahun 2012, pengurangan jam kerja sebesar 10% dikaitkan dengan pengurangan emisi karbon sebesar 8%, yang berdampak positif bagi kesehatan mental dan fisik pekerja, serta planet ini.

Lebih lanjut, para peneliti dari “4 Day Week Global” menyimpulkan bahwa dengan hari kerja yang lebih pendek kita melihat salah satu kunci untuk mencapai pengurangan emisi karbon.

Meski tanpa mengurangi hari kerja, mempelajari tren Work From Home (WFH) di beberapa wilayah Indonesia merupakan pilihan yang berdampak signifikan terhadap lingkungan.

Sebagai contoh jika salah satu warga Jakarta WFH maka ia bisa menghemat waktu perjalanan hingga 42 jam jika bekerja jarak jauh 1 hari dalam seminggu.

Dan juga dapat mengurangi emisi CO2 hingga 190 kg per tahun. Angka tersebut didapat jika pekerja memilih WFH di hari sibuk, khususnya hari Jumat.

Editor : Bahana.
#lingkungan #Jam Kerja