Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini Dia Teori Konspirasi, Rumah Padang di Jogja Terapkan Prasmanan Bagi Pelanggan Makan di Tempat. Penasaran, Yuk Simak!

Adek Ridho Febriawan • Sabtu, 23 Desember 2023 | 16:32 WIB

 

Ilustrasi seorang penjual warung makan padang tengah mendisplay  makanan dagangannya. (transfez.id)
Ilustrasi seorang penjual warung makan padang tengah mendisplay makanan dagangannya. (transfez.id)

 

RADAR JOGJA - Berbicara soal kuliner tanah air, tidak akan ada habisnya untuk diulas. Bukan soal cita rasanya saja yang khas, cara menjajakannya pun juga unik. 

Salah satunya nasi Padang. Masakan khas Padang yang sangat populer dan mendunia.

Jika kalian mencermati, ada perbedaan unik dari nasi Padang ini. Setelah masalah perbedaan porsi nasi padang dibungkus dan makan di tempat, kini ada keunikan lain.

Apalagi jika dinikmati atau makan di tempat. Kalian bisa mengambil sesuai porsi kalian.

Kenapa Rumah Makan Padang di Jogja, pembeli diperbolehkan untuk ngambil sendiri nasi dan lauknya?

 

Dan hal seperti ini jarang ditemukan di kota-kota lain lho, meskipun sama-sama di warung Padang. Atau malah hanya ada di Jogja dan sekitarnya saja?

Karena biasanya di Rumah Makan Padang, pelayan akan mengambilkan nasi dan lauk pauknya di ke atas piring pembeli. Atau Semua lauk pauk disajukan di atas meja pembeli.

 

Sedangkan Rumah Makan Padang di Jogja ada yang nasinya diambilkan pelayan, lalu konsumen ambil sendiri lauknya.

Ada pula yang full prasmanan, konsumen datang ambil piring, nasi lauk-pauk yang mau disantap.

Kenapa hal ini lebih banyak ditemukan di Jogja, dan tidak di daerah lain?

 Baca Juga: Alat Makan Kayu Banyak Dicari untuk Suvenir

Ternyata ada beberapa teori yang dijelaskan warganet untuk menjawab pertanyaan ini.

Pertama, agar pembeli bisa menakar sendiri seberapa banyak ia mau makan. Sehingga bisa sesuai dengan takaran porsi masing-masing konsumen dan tidak ada makan yang terbuang karena tidak habis.

 

Teori ‘biar sesuai porsi masing-masing’ ini diungkapkan dua Warganet, yaitu akun Twitter @rois_reus dan @adrianus_lysti. 

"Biar kenyang sesuai porsi perutnya masing2,” tulis @rois_reus.

“spy porsinya pas, dan tak ada yg terbuang” @adrianus_lysti.

 Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, edisi Sabtu 23 Desember 2023

Teori kedua adalah ‘Jogja Kota Pelajar’, di mana banyak pelajar dan mahasiswa yang mau cari makan murah dan bisa kenyang.

Rumah Makan Padang akhirnya memberi mereka solusi dengan mengambil sendiri atau prasmanan.

Dan memang benar, Rumah Makan Padang yang ngambil sendiri lebih sering ramai.

 

Teori ‘Jogja Kota Pelajar’ ini disampaikan oleh warganet dengan akun Twitter @d_prasetiyo.

“Karena Jogja kota pelajar yg mayoritas mahasiswa/anak kos. Kalo ada RM padang prasmanan pasti rame. Kenyang no 1 soal rasa belakangan,” tulisnya di Twitter.

 Baca Juga: Waspadai Bahaya Lahar dan Awanpanas Guguran (APG) di Seputar Gunung Merapi

Teori ketiga adalah ‘Pelayan kewalahan melayani pelanggan’.

Jadi ceritanya, Rumah Makan Padang di Jogja ini banyak digemari masyarakat, baik makan di tempat maupun dibungkus bawa pulang.

Pelayannya kewalahan, akhirnya cuma melayani yang dibungkus dan yang makan di tempat disuruh ambil sendiri.

 

Teori ‘Pelayan kewalahan melayani pelanggan’ ini diungkapkan oleh akun Twitter @denipp.

“Awal mulanya dulu diambilkan nasinya. Tapi, karna yang makan dan bungkus yang berdatangan banyak. Dan pegawainya kewalahan, akhirnya disuruhlah yang makan suruh ambil nasi sendiri. Di RM Sederhana masih diambilkan dan bisa minta dihidangkan” tulisnya.

 

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#prasmanan #konspirasi #Warung Nasi Padang #warganet #masakan padang #nasi padang