RADAR JOGJA -- Colette Dowling, seorang terapis asal New York, pertama kali menggunakan istilah "Cinderella complex" dalam bukunya yang berjudul "The Cinderella Complex: Woman's Hidden Fear of Independence" pada tahun 1981.
Dalam buku tersebut, dia menjelaskan bahwa sindrom ini terjadi pada wanita yang cenderung bergantung pada orang lain, terutama pada pria tau pasangannya, karena mereka tidak dididik untuk menghadapi ketakutan dan masalah mereka sendiri.
Sindrom Cinderella Complex sering kali dikaitkan dengan beberapa gangguan psikologis, seperti gangguan kepribadian dependen atau tidak bisa mandiri, meskipun belum diklasifikasikan sebagai masalah kesehatan mental.
Menurut Siloam Hospitals dari International Journal of Psychology, faktor utama yang menyebabkan sindrom cinderella complex adalah keyakinan bahwa wanita hanyalah pihak yang menerima, sementara pria adalah pihak yang memberi dan bekerja.
Akibatnya, sebagian wanita mengalami penurunan kualitas diri karena percaya bahwa ada orang lain yang akan membantu mereka pada saat menghadapi kesulitan.
Ada 5 gejala yang ditimbulkan dari sindrom cinderella complex yaitu:
Baca Juga: Rekomendasi 5 Film Indonesia yang Mengangkat Isu Tentang Kekerasan Seksual, Apa Saja...
- Memimpikan pasangan yang akan menjaga, merawat, dan memenuhi kebutuhannya.
- Berani mengorbankan sesuatu untuk pasangannya.
- Kehilangan rasa percaya diri dengan mudah.
- Mereka cenderung mengakui segala keputusan yang dibuat oleh pasangan mereka.
- Merasa kecewa saat tidak dilayani dengan baik.
Oleh sebab itu, langkah awal yang bisa diambil untuk mengatasi cinderella complex yaitu dengan menumbuhkan keyakinan pada diri sendiri bahwa Anda bisa menghadapi tantangan dan masalah sendirian.
Ada beberapa cara untuk mengatasi sindrom cinderella complex:
Baca Juga: Ikuti Kejuaraan Piala Kapolri 2023, Rivan Nurmulki Dilarang Bermain Selama Setahun Pada Kejuaraan Internasional Cabor Voli
- Meningkatkan rasa harga diri sendiri.
- Bergabung dengan komunitas wanita untuk membantu satu sama lain.
- Menetapkan batasan yang tepat dalam hubungan.
- Berbicara dengan pasangan tentang keinginan untuk menjadi lebih mandiri secara pribadi.
- Mencoba membuat keputusan secara mandiri tanpa meminta bantuan orang lain.
(Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja)