RADAR JOGJA – Konser Coldplay yang bertajuk “The Music of Spheres” tanggal 15 November 2023 lalu, sukses digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia, dengan penonton mencapai 80 ribu orang.
Konser ini semakin meriah dengan penggunaan gelang yang memancarkan lampu berbagai warna.
Gelang ini dinamakan Xylobands, aksesoris wristband untuk konser Coldplay.
Gelang di konser Coldplay ini hadir dengan tampilan berwarna putih.
Xylobands adalah gelang LED yang dikendalikan melalui radio untuk membantu memberikan cahaya tambahan yang digunakan pada suatu pertunjukkan seperti konser.
Penggunaan Xylobands dalam sebuah konser menjadikan konser lebih meriah.
Para penonton akan diberikan Xylobands ini saat menukarkan tiketnya.
Xylobands akan memancarkan lampu sesuai dengan lagu yang dimainkan dalam konser melalui kendali radio.
Akan tetapi, Xylobands di konser Coldplay ini tidak boleh dibawa pulang oleh penonton.
Permintaan ini diberikan khusus dari band Coldplay sendiri, kepada para penontonnya.
Ketentuan ini tidak hanya diberlakukan di negara Indonesia saja. Semua negara yang Coldplay datangi untuk konser juga diberikan ketentuan ini.
Hal ini berkaitan dengan isu lingkungan yang selalu disuarakan band Coldplay di berbagai konsernya.
Nantinya, Xylobands yang dikembalikan oleh penonton tersebut akan di daur ulang.
Konser Ramah Lingkungan
Coldplay memang sudah berkomitmen dalam setiap konsernya, yaitu menggelar konser yang berkelanjutan dengan karbon serendah mungkin untuk keramahan lingkungan.
Chris Martin dan para timnya berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon menggunakan prinsip 3R, yaitu reduce, reinvent, dan restore.
Prinsip reduce dilakukan untuk mengurangi konsumsi, melakukan daur ulang, dan mengurangi emisi karbon hingga 50 persen.
Prinsip reinvent dilakukan untuk mendukung teknologi hijau baru dan mengembangkan metode tur yang berkelanjutan dengan karbon serendah mungkin.
Sedangkan prinsip restore dilakukan untuk menjadikan konser musik Coldplay bermanfaat bagi lingkungan, yaitu dengan cara mendanai portofolio berbasis alam dan teknologi untuk membantu menyerap lebih banyak CO2 yang dihasilkan dari kegiatan konser tersebut.
Coldplay juga selalu mengumpulkan data dampak iklim dan jejak lingkungan di setiap konser yang mereka lakukan.
Di setiap konser yang diadakan, Coldplay juga menyediakan sepeda yang bisa menghasilkan listrik.
Para penonton bisa menggunakan sepeda tersebut untuk membantu berkontribusi dalam konser melalui energi kinetik yang dihasilkan.
Sepeda tersebut disediakan dibeberapa titik di sekitar lokasi konser.
Selain sepeda listrik, Coldplay juga menghadirkan lantai kinetik yang juga dapat menghasilkan listrik saat para penonton loncat-loncat di atasnya.
Lantai ini juga dipasang di sekitar lokasi konser.
Baca Juga: Argentina U-17 Kontra Venezuela U-17: Saling Mengetahui Kekuatan dan Kelemahan Lawan
Dalam konsernya ini, Coldplay juga membuat gerakan one ticket one tree yang termasuk dalam program Organisasi One Tree Planted.
Maksudnya ialah, setiap 1 tiket yang terjual akan diganti dengan penanaman 1 pohon.
Penanaman pohon akan dilakukan dibeberapa tempat seperti California, Haiti, Rumania, Brasil, Andes, Kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Afrika.
Panggung yang digunakan oleh band Coldplay juga mengusung keramahan lingkungan.
Panggung tur tersebut dibangun dengan menggunakan bahan yang bisa di daur ulang dan rendah karbon seperti bambu dan baja.
Untuk pencahayaannya, Coldplay menggunakan perlengkapan dengan energi rendah seperti layar dan laser LED yang rendah energi.
Untuk audionya, menggunakan energi yang 50 persen lebih rendah.
Pengembalian Gelang Xylobands
Semua aksesoris hingga merchandise resmi Coldplay juga dibuat dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang. Salah satunya Xylobands ini.
Oleh karena itu, pihak Coldplay meminta untuk setiap penonton agar berkenan mengembalikan gelang tersebut usai konser selesai untuk dilakukan daur ulang.
Sayangnya, dari 80 ribu penonton tersebut, hanya 52 persen atau 41.600 orang yang hanya mengembalikan gelang tersebut.
Sedangkan sisanya yaitu 38.400, memilih untuk membawa pulang gelang tersebut.
Informasi ini didapatkan dari twitter @tanyakanrl.
Padahal, dibeberapa negara lainnya, pengembalian gelang ini bisa mencapai 90 persen lebih.
Data tersebut tercatat di Wristband Recycling Leaderboard Update yang selalu ditampilkan di konser Coldplay sesaat konser akan dimulai. (Anistigfar/Radar Jogja)