Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Netizen Indonesia Dilawan, Israel Akui Kekalahannya dalam Peperangan di Media Sosial Soal Palestina

Bahana. • Senin, 20 November 2023 | 21:00 WIB
media sosial
media sosial

RADAR JOGJA - Media sosial memiliki pengaruh yang kuat dalam berbagai hal di dalam kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini sedang ramai seruan untuk  mendukung  Palestina akibat peperangan yang tidak kunjung usai.

Berbagai platform media sosial memberikan tagar pro-Palestina, yang artinya para pengguna media sosial tersebut mendukung Palestina dan sangat menentang perbuatan Israel.

Berbagai kalangan melakukan seruan tersebut, baik dari kalangan terkenal seperti public figure hingga masyarakat biasa.

Mereka ramai-ramai mengangkat tagar tersebut. Mereka berlomba-lomba menggempur Israel melalui platform media sosial.

Salah satu negara yang memiliki masyarakat yang solid dalam bermedia sosial adalah Indonesia.

Dimana warganet Indonesia dengan solid mendukung Palestina dengan mengangkat tagar pro Palestina sebanyak-banyaknya.

Melalui tagar tersebut warganet tidak berhenti menyebarkan informasi tentang Palestina, menyerukan boikot, memerangi propaganda, dan yang sedang ramai diperbincangkan saat ini yaitu menyerang media sosial miliki para tentara Israel baik melalui komentar maupun direct message.

Para warganet Indonesia sudah sangat geram dengan perilaku sombong yang dipamerkan para tentara Israel melalui akun media sosial mereka.

Mereka sering kali mengunggah kehidupannya yang nyaman sementara mereka juga mempropagandakan tanah Gaza dan membunuh ribuan masyarakat sipil.

Banyak sekali tentara Israel dengan bangga mengunggah kegiatannya saat menyerang Gaza, dan konten-konten pribadi yang seolah sedang mengejek warga Palestina.

Para warganet Indonesia akhirnya  beramai-ramai menghujani komentar pedas terhadap akun-akun tersebut.

Ribuan komentar pedas dan cemooh yang berdatangan, membuat para tentara Israel yang memiliki akun tersebut akhirnya mengunci kolom komentarnya.

Mereka tidak kuat melihat pedasnya komentar-komentar yang memenuhi kolom komentar. Kondisi psikologi mereka pun sudah terganggu akibat komentar-komentar tersebut.

Dilansir dari jatim network.com, Israel mengakui bahwa mereka kalah di dalam peperangan di media sosial.

Buzzer Israel mengakui sendiri hal tersebut. Mereka menyatakan bahwa Palestina memiliki 109,61 miliar unggahan pro Palestina, sedangkan unggahan pro-Israel hanya sekitar 7,39 miliar.

Perbedaannya melebihi 15 kali lipat dan sulit untuk dikalahkan.

Dan banyak pihak berspekulasi bahwa jika para pendukung Israel pasti mendapatkan bayaran besar, sedangkan para pendukung melakukan aksi tersebut dengan ikhlas. Dan media sosial yang mendominasi yaitu Tik Tok, instagram, dan Twitter. (Annida Muthi’ah)

 

 

 

Editor : Bahana.
#Israel #Palestina #Propaganda #warganet #media sosial