RADAR JOGJA – Begadang sering kali dilakukan jika aktivitas pekerjaan belum kelar, karena mengejar deadline. Begadang bisa sampai dini hari atau bahkan semalaman suntuk tak tidur demi mengejar lemburan.
Padahal, tubuh sudah merasakan kantuk luar biasa, namun tetap dipaksakan melakukan aktivitas pekerjaan.
Tak hanya dilakukan orang dewasa saja. Begadang juga acap kali dilakukan usia muda, bahkan tanpa aktivitas yang jelas.
Taukah kalian, begadang memiliki efek yang dapat merugikan organ tubuh, termasuk otak.
Lalu seperti apa efek begadang terhadap otak dan kesehatan? berikut uraiannya:
- Kurangnya tidur bisa membuat kemampuan berpikir, konsentrasi, perhatian, dan memori kita perlahan menurun.
- Suka telat bereaksi atau ngeblank.
- Kerap melakukan kesalahan yang lebih sering dan jadi kurang produktif.
- Meningkatkan penyusutan otak dan gangguan pada neuropsikologis (fungsi otak dan perilaku manusia).
- Susah untuk berkonsentrasi dan mercerna materi saat membaca buku.
- Kurangnya tidur dapat menghambat fungsi system limfatik glymphatic dalam membersihkan limbah atau racun metabolic di otak.
Efek – efek di atas sangat memberikan kerugian terhadap sistem kerja otak dalam melakukan aktivitas sehari – hari.
Efek ini, perlahan, akan membuat organ tubuh lainnya turut terhambat dalam melakukan berbagai perintah sistem kerja dalam tubuh.
Perlunya mencegah begadang setiap hari untuk memberikan ruang beristirahat bagi tubuh.
Kuncinya adalah harus memiliki niat memperbaiki jam tidur, dengan membatasi aktivitas paling larut pukul 22.00 malam.
Selain itu, usahakan membatasi diri tidak bermain handphone menjelang tidur. Agar mata terpejam lebih cepat.
Tidur dengan keadaan lampu mati, menggunakan lampu kecil dengan penerangan berwarna kuning dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Sekaligus menjadi terapi agar tidur lebih nyenyak.
Perlu juga melakukan meditasi pernapasan sebelum tidur dan memperbaiki posisi tidur. Agar tidur lebih nyaman dan lelap.
Yuk mulai perbaiki pola tidur agar kesehatan tubuh dan otak kamu tidak mengganggu kegiatan sehari – hari. (Juliana Belence)
Editor : Meitika Candra Lantiva