Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Botol Kaca Dipilih untuk Jaga Kualitas Rasa Jamu

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 12 Agustus 2023 | 14:00 WIB
DAYA TARIK: Jika dulu orang biasa minum jamu dari para penjual jamu gendong, saat ini telah banyak produsen jamu yang memasarkan produknya melalui daring dan mengemasnya lebih menarik.
DAYA TARIK: Jika dulu orang biasa minum jamu dari para penjual jamu gendong, saat ini telah banyak produsen jamu yang memasarkan produknya melalui daring dan mengemasnya lebih menarik.

RADAR JOGJA - Salah satu produsen jamu tradisional yang mengemas produknya dengan desain modern adalah JogJamu. Variannya pun cukup lengkap, dari kunir asem, beras kencur, hingga gula asem/

Salah satu owner JogJamu Tania Nugraheni Ayuningtyas mengatakan, JogJamu ingin mengubah stigma jamu sebagai minuman yang dianggap kuno menjadi lebih kekinian dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. JogJamu terbentuk karena ingin menjaga warisan dan tradisi dari nenek moyang.

Merupakan akronim dari Jogja Jamu, Tania mengaku ingin merepresentasikan bahwa jamu adalah minuman dari Jogja. Rebranding jamu mampu mengubah mindset anak muda yang membuat jamu saat ini menjadi hal yang keren di kalangan mereka. Pemasaran lewat medsos sendiri diharapkan mampu mengambil peran dalam penyebarluasan kemodernan jamu agar lebih menarik masyarakat untuk minum jamu.

Tiga varian produk yang dipilih, karena rasanya paling mudah diterima atau drinkable bagi semua kalangan. Resep jamunya sendiri berasal dari eyang owner JogJamu lainnya Anindwitya Rizqi Monica. “Bedanya sama jamunya eyangnya Monica, kalau jamunya eyang kan masih tradisional, kalau JogJamu punya tagline easy to drink dari rasa dan kemasan juga,” katanya saat ditemui Radar Jogja Jumat (11/8/23).
 
Tania mengungkapkan, kemasan botol kaca digunakan agar tidak menambah limbah plastik. Menurutnya, jika menggunakan botol kaca, rasa jamu akan stabil dan kualitas rasanya tetap terjaga. Bahkan bisa tahan hingga 16 hari. Walaupun dikemas secara modern, namun pembuatan JogJamu tetap mengutamakan bahan-bahan dan resep warisan keluarga sehingga rasa original jamu tetap terasa. “Kami mengusung konsep tidak ingin ikut nyampah plastik. Kalau bisa ikut berkontribusi juga kepada lingkungan,” ucapnya.
 
Dia melihat, bahwa jamu bisa menjadi minuman yang mampu merepresentasikan Jogja. Juga dapat menjadi oleh-oleh alternatif dari Jogja. Maka dari itu, JogJamu bertekad mengenalkan bahwa Jogja memiliki jamu yang bisa menjadi pengganti welcome drink dari minuman-minuman instan lain. “Lebih sehat dan ada kearifan lokalnya,” tambahnya.

Editor : Satria Pradika
#produk #jamu #JogJamu