RADAR JOGJA - Gaya rambut mullet sudah ada sejak jaman Yunani Kuno. Hal ini dibuktikan pada literatur Iliad yang ditulis oleh Homer, sekitar tahun 750-700 Sebelum Masehi (SM).
Dalam Iliad, penyair Homer menggambarkan Abantes. Yakni sekelompok penombak dengan gaya rambut dipotong samping namun bagian belakang dipanjangkan.
Gaya Mullet kemudian digunakan oleh suku Indian beradab-abad kemudian, sekitar tahun 1800-an. Namun bagi mereka, mullet bukan sekadar memotong rambut, sebab ada ritual tertentu.
Pada era 1970 hingga 1980-an, gaya mullet kembali digemari. Pada saat itu, David Bowie yang memiliki model rambut ini, yang kemudian ramai dipakai termasuk oleh musisi papan atas Rod Steward. "Ya, kan memang tren diulang-ulang ya, kaya baju juga begitu," ujar hair stylist Griya Alyaa Salon Wiwin Jamat (4/8/23).
Dia mengatakan, gaya rambut mullet bagian samping dipotong pendek dan belakang dibiarkan panjang. Mullet bisa dipakai oleh semua jenis rambut. Bahkan, model rambut ini tidak hanya digunakan oleh kaum adam. "Kalau perempuan kaya model zaman dulu yang trap-nya tinggi, bawahnya tipis gitu," ujarnya.
Meski bisa dipakai semua kalangan, namun model rambut mullet saat ini didominasi oleh anak muda. Kisaran usia 14-35 tahun. "Tapi biasanya cocoknya buat yang agak nyentrik gitu. Kalau yang feminim ya nggak mau. Soalnya menurutku kalo di di-blow nggak rapi," jelasnya. (lan/eno)