RADAR JOGJA - Tren gaya rambut di era 1980 hingga 1990 yakni mullet kembali populer belakangan ini. Bahkan, figur seperti Ferdi Sambo pun tak mau ketinggalan mengikuti tren ini dalam sidang vonisnya. Gaya rambut mullet pun kini banyak dipilih generasi millenial dan Z untuk tampil trendi.
Salah satu yang memilih menggunakan gaya rambut ini adalah kitman PSS Sleman, Indra Yudi Erlangga. Indro, sapaannya, memutuskan menggunakan gaya rambut mullet untuk dijadikan identitas dirinya. Dia sendiri mencukur rambut dengan style tersebut sejak 2019. Saat dia masih menjadi kitman PSS Sleman U20. “Cuma waktu awal potong dulu rambut bagian belakang sama atas belum panjang,” katanya saat ditemui Radar Jogja Jumat (4/8/23).
Indro mengakui, acuannya saat mencukur rambut adalah aktor Jefri Nichol. Selain itu, dia juga mengakui terinspirasi dari gaya rambut mafia Argentina. Apalagi beberapa pemain timnas Argentina di Piala Dunia 2022 menggunakan gaya rambut mullet. “Tapi mereka mukanya wangun, kelihatan sangar. Kalau saya wajah lokal, pas baru bangun tidur malah kelihatan kaya orang umur 70 tahun,” ujarnya seraya diikuti tawa.
Dia mengakui, para pemain PSS Sleman pun pernah beberapa kali mengomentari penampilan rambutnya. Salah satunya adalah kapten PSS Kim Jeffrey Kurniawan. Kim pernah bercanda soal gaya rambut Indro yang membuatnya terlihat seperti berusia 55 tahun. Namun, Indro tetap santai dan percaya diri. Baginya, para pemain juga butuh sesuatu yang menghibur agar tak terlalu stres dengan latihan. “Lalu saya bilang ke Kim, ‘gimana? Saya kelihatan ganteng, kan?’,” ungkap Indro.
Pria kelahiran 30 Agustus 1993 ini menjelaskan, dia selalu merapikan rambutnya tiap hendak mendampingi tim berangkat away. Atau sekitar dua minggu sekali. Indro merapikan rambutnya pada bagian samping kanan dan kiri. “Buat modal biar tambah ganteng,” lontarnya.
Indro menambahkan, sekali cukur bisa menghabiskan Rp 30 ribu. Jika full treatment beserta pijat kepala bisa menghabiskan Rp 50 ribu. Di luar itu, dia merawat penampilan rambutnya dengan rutin menggunakan sampo, kondisioner, dan vitamin. “Normal dan simpel saja, yang penting tiap hari harus keramas karena kalau cowok berkeringat jadi lepek,” ucap warga Nogotirto, Gamping, Sleman ini.
Hal serupa juga dilakukan oleh Farhan Akbar Anbya, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY angkatan 2022. Dia pertama kali menjajal potongan rambut mullet beberapa tahun silam karena terinspirasi dari beberapa figur dan beragam konten di media sosial (medsos)."Saya pertama coba potong mullet itu kelas 2 SMA, pertama tahu dari TikTok dan setelahnya ya beberapa kali potong dengan model serupa karena sudah nyaman," jelasnya pada Radar Jogja.
Farhan menyebut, bahwa dirinya juga menyadari tren rambut mullet tersebut kini juga masif dipilih banyak orang mulai dari anak muda bahkan hingga anak-anak sekalipun."Memang banyak sih saya lihat, tanggapannya ya biasa saja. Toh memang hak masing-masing orang, jadi nggak apa-apa juga modelnya sama," sambungnya.
Sementara dengan model rambut mullet yang dipilihnya, Farhan juga mendapatkan beberapa komentar dari teman-temannya. Secara umum, komentar yang diberikan bernada bercanda dan mengaitkannya dengan tren yang juga ramai di medsos.
"Komentar sih dari temen-temen kayak yang mullet bikin kepelet gitu-gitu aja, sebagai bercandaan," kelakarnya.
Farhan sendiri juga masih berkeinginan untuk mempertahankan gaya rambut mulletnya. Hal tersebut dipilihnya karena faktor nyaman dan juga identitas yang secara tidak langsung dipilihnya."Nanti kalau potong lagi mungkin mullet, juga karena sudah lama modelnya gini terus," sebutnya. (tyo/iza/eno)