Terdampak Perbaikan, PKL di Pemecah Ombak Pantai Glagah Bakal Direlokasi

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:39 WIB
RAMAI: Wisatawan dari berbagai daerah memadati area bangunan pemecah ombak Pantai Glagah - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
RAMAI: Wisatawan dari berbagai daerah memadati area bangunan pemecah ombak Pantai Glagah - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo bakal merelokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pemecah ombak Pantai Glagah.

Relokasi PKL itu diperlukan, mengingat bangunan pemecah ombak rencananya akan mendapat perbaikan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Sutarman menyampaikan, pemkab menerima pemberitahuan atas rencana perbaikan bangunan pemecah ombak atau jetty Pantai Glagah dari BBWSSO.

Perbaikan pemecah ombak merupakan bagian rutin perawatan. Utamanya, bangunan pemecah ombak sempat mengalami kerusakan pasca gelombang tinggi bulan lalu. 

Baca Juga: Cetak Brace, Lionel Messi Semakin Kuat untuk Raih Golden Boot MLS

"Pemeliharaan pemecah ombak akan dimulai awal tahun 2027," ucap Sutarman, Minggu (18/10).

Sutarman menyampaikan, perbaikan kawasan pemecah ombak adalah kewenangan BBWSSO. Rencananya, perbaikan akan dimulai sejak awal tahun.

Selama pemeliharaan, area pemecah ombak harus steril dari aktivitas pariwisata. Alhasil, PKL yang selama ini berjualan di pemecah ombak tak bisa lagi berjualan.

Menanggapi kondisi itu, Dinpar mengupayakan relokasi dan penataan PKL pemecah ombak. Kios semi permanen yang dibangun oleh PKL, rencananya akan dibongkar.

Sedangkan aktivitas perdagangan akan dipindahkan ke tempat relokasi. Lokasi pemindahan PKL akan difokuskan ke sisi utara pemecah ombak. Tepatnya, di kawasan Plaza Kuliner dan Kios Cinderamata Pantai Glagah. 

"Kami sudah menyiapkan tempat relokasi, dan sudah ada eksistingnya," ucapnya.

Sutarman menyampaikan, relokasi akan memanfaatkan fasilitas eksisting yang ada. Lantaran, Pemkab Kulon Progo memiliki aset plaza kuliner dan kios cinderamata yang dibangun sejak tahun 2020 lalu.

Bangunan permanen yang dilengkapi fasilitas umum itu, selama ini cukup jarang dipergunakan oleh PKL. Lantaran, mayoritas PKL memilih berjualan di Pemecah Ombak Pantai Glagah.

Dinpar Kulon Progo mengupayakan, pemindahan PKL dapat dilakukan akhir tahun. Tentu relokasi PKL, diupayakan agar menjamin kelangsungan ekonomi wisata yang selama ini bertumbuh di Pemecah Ombak Pantai Glagah.

Baca Juga: Tingkatkan Konsumsi Gizi Hewani, 3.000 Peserta Meriahkan Chicken and Egg Run

Untuk memastikan kawasan relokasi ramai dengan pengunjung, pihaknya menyiapkan beberapa skema. Skema tersebut diambil dari data kunjungan dan nantinya akan disosialisasikan ke PKL terdampak.

"Kami memastikan keberlanjutan usahanya tetap berjalan seperti biasa," ucapnya. (gas)

Editor : Bahana.
Kulon Progo Pemecah Ombak relokasi pedagang Pemkab Kulon Progo pantai glagah