KULON PROGO - Tembok pagar SMP Negeri 4 Pengasih di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih nyaris roboh.
Bangunannya sudah miring. Kini kondisinya ditopang dengan kayu bambu.
Hal ini mendapat sorotan khusus dari Pemkab Kulon Progo.
Hingga Bupati Kulon Progo meninjau lokasi langsung
"Saya pernah mendapat pelaporan terkait pagar yang sudah nyaris roboh, dan hari ini saya mencoba memastikan ulang kondisinya," ucap Agung, saat ditemui Radar Jogja di SMPN 4 Pengasih, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: PDAM Sleman Buka Promo Pasang Air Rp500 Ribu, Catat Syarat dan Cara Daftarnya
Tinjauan tersebut, dapat dikatakan dadakan.
Awalnya ia hanya menghadiri agenda distribusi air bersih di wilayah Sidomulyo.
Karena mendapatkan laporan itu ia segera menyambangi lantaran jarak lokasinya yang tak begitu jauh.
Dia memastikan langsung kondisi kerusakan pagar sekolah yang dinilai berbahaya itu.
"Kami pastikan segera diperbaiki, setidaknya di awal 2027," ungkapnya.
Agung juga berdialog dengan kepala sekolah.
Perbaikan pagar sudah sempat diajukan pihak sekolah.
Hanya saja tak lolos program revitalisasi sekolah.
Setelah berdialog, Agung memastikan perbaikan pagar yang nyaris roboh itu menggunakan APBD 2027.
Baca Juga: Pemeran Walter White Jr di Breaking Bad, RJ Mitte Meninggal Dunia
Agung juga memastikan, perbaikan pagar masuk skala prioritas pemkab dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
Lantaran, kondisinya perlu diperbaiki secepat mungkin.
Agung mengimbau, agar siswa tidak beraktivitas di sekitar pagar untuk mengindari risiko fatal.
Sebelumnya, dorongan perbaikan fasilitas SMPN 4 Pengasih ini pernah diajukan karena mendapatkan sorotan dari DPRD Kulon Progo.
Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Jeni Widyatmoko menyampaikan, sepanjang tahun 2025 lembaga legislatif telah meninjau sejumlah sekolah di Kulon Progo.
Kebanyakan sekolah yang dikunjungi mengalami kerusakan sarpras dan harus ditangani sesegara mungkin.
"Salah satunya di SMPN 4 Pengasih, pagarnya nyaris roboh dan diganjal kayu," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva