KULON PROGO - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda DIY melakukan uji coba distribusi menu makan bergizi gratis (MBG) model prasmanan di SD Muhammadiyah Bantar, Kalurahan Banguncipto.
Kegiatan ini digelar sejak Senin (5/10/2026) lalu.
Pantauan Radar Jogja di hari keempat, kegiatan ini berlangsung lancar.
Menu MBG sampai di sekolah sekitar pukul 08.45 WIB, Jumat (9/10/2026), selanjutnya didistribusikan ke siswa.
Baca Juga: SK Mendagri Terbit, Pemprov Papua Pegunungan Diminta Cepat Lantik DPRP Otsus
Ada termos berisikan nasi hingga wadah saji prasmanan yang masih tersegel rapi.
Petugas SPPG yang telah menggunakan APD, lantas melakukan pengecekan makanan yang hedak di konsumsi siswa.
Khusus menu prasmanan, petugas membuka segel wadah dan melakukan pengecekan mendalam.
Paling utama pengecekan suhu makanan, menggunakan termometer makanan.
Setelah memastikan makanan aman, lima siswa diminta mengenakan APD, seperti masker, tutup kepala, hingga celemek.
Mereka bertugas sebagai pemorsi makanan.
Baca Juga: Comeback Sempurna di Akhir Laga Lawan Port FC, Igor Tolic Puji Kecerdasan para Pemain Persib Bandung
Sebelum bertugas, mereka terlebih dahulu diajarkan untuk melakukan pemorsian mandiri. Setelah dianggap bisa, siswa mulai mengantre untuk mendapat menu MBG.
Walau sedikit kaku, kelima siswa dapat melakukan pemorsian dengan sesekali dibantu petugas SPPG.
Pemorsian makanan memakan waktu sekitar 10-15 menit.
Makanan baru biaa disantap sekitar pukul 09.20 WIB.
Kepala SPPG Polda DIY Suci Rahayu menyampaikan, uji coba MBG model prasmanan dimulai sejak 5 Oktober hingga 16 Oktober mendatang.
Targetnya, adalah siswa SD Muhammadiyah Bantar yang duduk di kelas 5 dan 6, sejumlah 47 siswa.
Baca Juga: Jose Mourinho Berseloroh Dia akan Beruntung jika Masih Hidup saat Kasus Manchester City Berakhir
Selama uji coba pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Terkait kelanjutan pasca uji coba, SPPG masih menunggu arahan.
"Sejauh ini, pelaksanaannya berjalan lancar, semoga uji coba ini bisa berdampak postif untuk keberlanjutan program," ucap Suci, Jumat (9/10/2026).
Suci menyampaikan, sepanjang uji coba tak ditemukan kendala yang berarti. Lantaran, SPPG hanya perlu menyesuaikan diri.
Terutama menyiapkan makanan yang disajikan langsung dengan cara prasmanan.
Termasuk menyiapkan petugas yang turut hadir melakukan pengecekan makanan.
Dari segi pelaksanaan, operasional MBG model ompreng dinilai lebih praktis.
Baca Juga: Terpilih sebagai Star of The Match Kemenangan Persib atas Port FC, Luka Menalo: Saya sangat Senang
Lantaran, SPPG cukup melakukan pemorsian di dalam dapur.
Sedangkan, model prasmanan menerapkan pemorsian di luar dapur, tepatnya di sekolah.
Kendati berbeda, sistem keamanan pangan tetap terjamin dan sesuai regulasi dari BGN.
Uji coba MBG prasmanan, ssbenarnya dilakukan untuk menentukan skema agar menu MBG disantap saat hangat.
Di samping itu, pertimbangan terkait kenyamanan siswa dari segi porsi makanan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva