KULON PROGO - Dampak kemarau panjang yang menerjang kawasan Perbukitan Menoreh kian meluas.
Selain mengancam pasokan air bersih warga, kemarau parah tahun ini membuat debit air di Objek Ekowisata Taman Sungai Mudal, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, mengalami penurunan drastis.
Ketua Pengelola Objek Wisata Taman Sungai Mudal, Sutimin, mengungkapkan bahwa penurunan debit air dari situs mata air utama tersebut sudah dirasakan signifikan selama dua bulan terakhir.
"Debit air selama dua bulan terakhir memang sangat kecil. Musim kemarau tahun ini tergolong cukup parah dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Sutimin saat ditemui Radar Jogja, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Bikin Luka Sulit Sembuh, Ini Alasan Antiseptik Tak Boleh Disiram Langsung pada Luka
Akibat menyusutnya aliran air, beberapa kolam pemandian alami, terutama di area hilir sungai dengan kedalaman sekitar dua meter, kini surut total hingga menyisakan batuan dasar.
Kondisi ini mengganggu aktivitas wisatawan yang ingin bermain air.
Guna menjaga kenyamanan dan tidak mengecewakan pengunjung, pengelola sempat menutup sementara operasional wisata.
Pengelola juga menerapkan langkah persuasif dengan memberikan edukasi langsung serta memperbarui informasi kondisi debit air secara berkala di media sosial.
Baca Juga: Jadwal PSS Sleman Vs PSM Makassar Berubah, Kick-off Dimajukan Jadi Sore
"Jika ada pengunjung yang sudah terlanjur datang, kami berikan penjelasan mengenai kondisi air terkini terlebih dahulu agar mereka tidak kecewa setelah membeli tiket," jelasnya.
Penutupan total kawasan wisata berpotensi dilakukan hingga Desember mendatang apabila kemarau terus berlanjut.
Selain mempertimbangkan kepuasan pengunjung, pengelola mengutamakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitar yang alirannya bersumber langsung dari mata air Sungai Mudal. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva