Harga Cabai di Kulon Progo Naik Rp 25 Ribu, Pasokan Menipis karena Kemarau dan Terserang Penyakit

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB
STOK TIPIS: Pedagang Pasar Desa Sentolo menjual komoditas cabai dan sayur dengan harga yang semakin naik. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
STOK TIPIS: Pedagang Pasar Desa Sentolo menjual komoditas cabai dan sayur dengan harga yang semakin naik. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)  

KULON PROGO - Pasokan cabai di sejumlah pasar tradisional Kulon Progo mulai menipis. Kondisi tersebut dipicu tanaman cabai di sejumlah sentra produksi terserang penyakit, diperparah kondisi kemarau yang membuat hasil panen tidak optimal.

Pedagang cabai di Pasar Desa Sentolo Waginem mengatakan, hampir semua jenis cabai mengalami kenaikan harga. Namun, kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah dan cabai merah keriting selama dua pekan terakhir. Sebelumnya, harga cabai merah keriting sebelumnya sekitar Rp 40 ribu per kilogram.

“Cabai rawit merah sekarang Rp 65 ribu per kilogram dan cabai merah keriting Rp 45 ribu,” kata Waginem Rabu (23/9).

Baca Juga: Stunting di Kot Jogja Turun Signifikan, Kini Jadi 8,24 Persen: Klaim Intervensi Gizi sejak Dini

Menurut Waginem, pedagang Kulon Progo biasanya memperoleh pasokan cabai dari Magelang serta petani lokal. Namun, belakangan pasokan dari petani maupun tengkulak berkurang. “Dari petani mengaku kalau tanaman cabai terserang penyakit,” ujarnya.

Kondisi kemarau membuat sejumlah wilayah sentra cabai tidak mampu menghasilkan panen secara optimal. Tanaman yang terserang penyakit membuat kualitas dan jumlah cabai yang bisa dipasarkan ikut menurun.

Cabai dengan kondisi kurang baik juga tidak banyak diserap pedagang. Selain kualitasnya rendah, cabai yang terserang penyakit lebih cepat mengalami pembusukan sehingga tidak memungkinkan disimpan dalam waktu lama.

 Baca Juga: Temukan Bukti Percakapan Seksual, Istri Laporkan Gus Nurul dan FN atas Dugaan Perzinaan ke Polda DIY

Kondisi tersebut membuat pedagang harus segera menjual cabai yang diterima dan tidak bisa menyimpan stok dalam jumlah banyak. Di saat bersamaan, pasokan yang masuk dari petani juga semakin terbatas.

Waginem memperkirakan harga cabai masih berpotensi mengalami kenaikan apabila pasokan belum kembali normal hingga akhir tahun.

Kenaikan harga mulai dirasakan konsumen sepert Winurjayanti. Dia mengaku harus mengatur kembali pengeluaran rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski keluarganya merupakan petani dan kebutuhan beras dapat dipenuhi dari hasil sendiri, sejumlah kebutuhan lain tetap harus dibeli di pasar, termasuk cabai dan sayuran. “Yang jelas beras sudah aman karena bertani sendiri, kalau komoditas lain harus beli,” katanya.

Untuk menyiasati kenaikan kebutuhan pokok, Winurjayanti menambah penghasilan dengan bekerja sebagai buruh di luar aktivitas bertani. Dia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok. (gas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
kemarau cabai Kulon Progo pedagang harga cabai