Keracunan MBG di Temon Kulon Progo, Menu Ayam Berlendir Sempat Ditarik SPPG

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:08 WIB
Keracunan MBG di Temon Kulon Progo, Menu Ayam Berlendir Sempat Ditarik SPPG
Keracunan MBG di Temon Kulon Progo, Menu Ayam Berlendir Sempat Ditarik SPPG

 

 

KULON PROGO - Kasus keracunan kembali terjadi di Bumi Binangun, yang membuat puluhan siswa MTS Maarif Jangkaran terkapar. Diduga kuat keracunan disebabkan oleh menu ayam goreng yang berlendir. Bahkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sempat menarik total seluruh peredaran menu tersebut.

Kepala Madrasah MTS Maarif Jangkaran Muh Nizar menjelaskan, 27 siswa sekolahnya mengalami gejala keracunan. Gejala tersebut, sebelumnya baru dirasakan segelintir siswa pada pukul 10.00 .

Baca Juga: Sopir Travel Asal Toraja Ditemukan Meninggal dalam Mobil Terbakar di Wamena

 Namun, gejala keracunan mulai banyak dirasakan puluhan siswa lain. Bahkan empat siswa dengan gejala parah sempat mendapat perawatan di Puskesmas Temon 2.

"Makanan datang sekitar pukul 08.30 , dan baru dikonsumsi sekitar pukul 09.30  jam istirahat pertama," ucap Nizar, Rabu (16/9).

Nizar menyampaikan, awalnya distribusi MBG berjalan normal dan sesuai jadwal biasanya. MBG dengan menu nasi, sayur jipang serta bakso, dan ayam goreng disantap siswa sekitar pukul 09.30.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melemah, Persediaan AS Naik Tak Terduga

 Saat itu, baru satu kelas laki-laki yang mengonsumsi makanan tersebut, yaitu kelas 9 laki-laki. Sedangkan, kelompok perempuan belum mengonsumsi MBG.
 
Kelompok siswa laki-laki biasanya memang mengonsumsi MBG lebih awal. Lantaran, kelompok siswa laki-laki memang menunggu makanan MBG. Setelah dikonsumsi, kelompok siswa laki-laki justru mengalami gejala keracunan. Awalnya, mengeluhkan pusing, kemudian berlanjut mual dan muntah.

"Jadi gejalanya cepat, sekitar 30 menit setelah di makan," ungkapnya.

Gejala serupa, juga dirasakan oleh kelompok laki-laki kelas 7. Siswa kelas 7 juga mengonsumsi MBG yang sama. Kondisi itu membuat pihak sekolah menduga penyebab keracunan berasal dari MBG.

Baca Juga: Prediksi Skor Barcelona vs Racing de Santander di La Liga, Update Tim, Starting XI dan Skor Akhir

 Terlebih, SPPG penyedia MBG sempat menarik peredaran menu yang telah sampai di sekolah. Setelah diusut, penarikan menu tersebut disebabkan temuan serupa di SMP Muhammadiyah 1 Temon.

Penarikan menu tersebut membuat mayoritas siswa di MTS Maarif Jangkaran tak terdampak keracunan. Hanya siswa yang mengonsumsi MBG lah yang mengalami gejala. Kini sebagian siswa yang bergejala telah mendapat perawatan dan kembali beraktifitas normal.

"Kalau keluhan dari siswa, menu ayam goreng berlendir," ungkapnya.

Siswa MTS Maarif Jangkaran sempat menemukan keanehan pada menu MBG yang dibagian. Kelompok siswa perempuan, menemukan ayam goreng berlendir.

Baca Juga: Lagi-Lagi Mual dan Muntah usai Santap MBG, Kini Korbannya Siswa MTS Maarif Jangkaran, Kulon Progo

Mereka akhirnya memutuskan tak memakan menu tersebut. Sehingga, tak merasakan dampak keracunan. Pihak sekolah sebenarnya telah melakukan pengecekan sebelum membagikan menu MBG ke siswa. Nizar bahkan sempat mencicipi makanan MBG dan tak menemukan keanehan.

Informasi yang dikumpulkan Radar Jogja di lapangan, penarikan menu MBG membuat belasan sekolah tak mendapat jatah distribusi. Salah satunya MTSN 2 Kulon Progo yang tak mendapat jatah distribusi. Beberapa sekolah lain, juga mengalami serupa. Diduga penarikan MBG dilakukan oleh manejemen SPPG Palihan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Temon 2 Viera Juniver Thenu menyampaikan, gejala keracunan bergantung dengan bakteri. Beberapa bakteri memiliki masa inkubasi yang menimbulkan gejala relatif cepat. Jika melihat jarak waktu yang ada 30 menit waktu masa inkubasi yang wajar.

"Tergantung bakterinya, tapi kami belum bisa menyebutkan apa penyebabnya," ungkapnya. (gas)

Editor : Heru Pratomo
menu ayam keracunan mbg MTs Maarif temon SPPG