Disnaker Kulon Progo Terapkan Pemetaan Serapan Tenaga Kerja Disabilitas

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:22 WIB
SULIT: Pencari kerja dengan hambatan gerak mencoba peruntungan mencari pekerjaan di Bursa Kerja Inklusif. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
SULIT: Pencari kerja dengan hambatan gerak mencoba peruntungan mencari pekerjaan di Bursa Kerja Inklusif. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Kulon Progo terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses lapangan kerja bagi kelompok penyandang disabilitas.

Langkah nyata yang tengah dijalankan saat ini yakni melalui program pemetaan serapan tenaga kerja disabilitas di berbagai sektor industri.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kulon Progo, Ardjanto, mengungkapkan bahwa upaya ini melengkapi gelaran bursa kerja inklusif yang diselenggarakan pada akhir Agustus lalu.

Baca Juga: Donat Coberry, Jajanan Viral yang Diburu Anak-Anak Muda, Begini Cara Pembuatannya

Menurutnya, pemetaan ke tiap-tiap perusahaan menjadi krusial karena belum semua pencari kerja disabilitas terserap secara optimal.

"Tidak semua terserap di bursa kerja inklusif, karena masing-masing perusahaan memiliki kriteria tersendiri," ujar Ardjanto, Selasa (8/9/2026).

Ardjanto menjelaskan, kendala utama penyerapan tenaga kerja disabilitas kerap bersumber dari kesiapan serta keterbukaan pihak perusahaan.

Tidak semua lini bisnis siap menampung pekerja disabilitas, mengingat jenis pekerjaan di beberapa sektor strategis membutuhkan kualifikasi fisik tertentu.

 Umumnya, para pekerja disabilitas ditempatkan di bidang pelayanan umum hingga kebersihan, disesuaikan dengan ragam hambatan yang dimiliki.

Baca Juga: Banyak Dinamika, Pemkot Jogja Tak Patok Target Malioboro Full Pedestrian di Tahun Ini 

Melalui pendataan dan pemetaan ini, Disnaker Kulon Progo ingin memastikan data penyerapan di lapangan berjalan valid.

Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi basis argumentasi Pemkab untuk mendorong pihak swasta agar lebih inklusif dan mau membuka pintu bagi pekerja disabilitas.

Sementara itu, Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker Kulon Progo, Esti Rohana, menyebutkan ada sekitar 140 perusahaan yang menjadi sasaran target pemetaan periode ini.

Pemetaan difokuskan untuk mendata jumlah angkatan kerja disabilitas yang sudah aktif bekerja di lini industri.

Baca Juga: Arsenal Tak Berniat Lepas Viktor Gyokeres pada Januari, Kecuali Dapat Pengganti Kelas Dunia

"Berdasarkan data tahun 2025, tercatat ada 425 tenaga kerja disabilitas usia produktif di Kulon Progo. Namun, angka pasti serapannya di dunia kerja belum terdata secara rinci," jelas Esti.

Ia menambahkan, pelaksanaan pemetaan yang dimulai tahun ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai realisasi serapan tenaga kerja disabilitas.

Data yang terkumpul selanjutnya akan dijadikan pijakan utama dalam penyusunan kebijakan serta program ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Bursa Kerja Inklusif Tenaga Kerja Disabilitas Kesempatan Kerja Disabilitas Kulon Progo Disnaker Kulon Progo