KULON PROGO - Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo menegaskan informasi yang beredar di media sosial mengenai pemberangkatan 14 bus berisi ratusan massa dari Kabupaten Kulon Progo menuju Gedung DPR RI, Jakarta, tidak benar.
Hingga kini, kepolisian memastikan tidak ada pergerakan massa maupun permohonan izin unjuk rasa dari wilayah tersebut.
Kasihumas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko mengungkapkan, isu tersebut bermula dari unggahan berformat pamflet yang tersebar luas di berbagai grup Facebook dan media sosial TikTok.
Unggahan bernada ajakan itu memuat narasi 'Gawat, Sudah Mulai Berangkat, Siap Berangkat Ke DPR RI 27 Agustus' serta mengklaim belasan bus bertolak dari Kulon Progo dan sejumlah kabupaten lain di DIY.
Baca Juga: Prediksi Newcastle United vs West Bromwich Albion, Pertarungan Dua Mantan Juara EFL Cup
"Banyak beredar postingan yang memberikan informasi keberangkatan 14 bus dari Kulon Progo menuju demo DPR RI," ujar Iptu Sarjoko saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Iptu Sarjoko menduga visual pamflet yang beredar menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Menanggapi kabar bird tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan verifikasi lapangan ke sejumlah agen Perusahaan Otobus (PO), agen bus pariwisata, hingga jasa penyewaan kendaraan di wilayah Bumi Binangun.
"Sampai saat ini, tidak ada agen bus hingga rental yang dibooking sesuai jumlah di pamflet tersebut," tegasnya.
Ia menambahkan, armada sebanyak 14 bus berpotensi mengangkut lebih dari 500 orang. Sesuai regulasi unjuk rasa, kegiatan pengumpulan massa dalam skala besar wajib melayangkan surat pemberitahuan resmi.
Baca Juga: Viral! Prabowo Minta Uji Coba hingga Produksi "Ubi Bombing" Skala Besar Tangani Karhutla
Namun, hingga saat ini Polres Kulon Progo belum menerima surat permohonan atau pemberitahuan aksi apa pun.
Senada dengan kepolisian, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo Pratiwi Ngasaratun mengonfirmasi situasi di wilayahnya tetap kondusif.
Pihaknya terus mengawal perkembangan informasi dan memastikan tidak ada mobilisasi massa menuju ibu kota.
Editor : Meitika Candra Lantiva