Cegah Banjir dan Kekeringan, BBWSSO Normalisasi Sungai Serang Kulon Progo Sepanjang Musim Kemarau

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:52 WIB
DIKERUK: Alat berat excavator dan truk hilir mudik mengangkut tanah sedimentasi Sungai Serang. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
DIKERUK: Alat berat excavator dan truk hilir mudik mengangkut tanah sedimentasi Sungai Serang. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menggelar kegiatan pengerukan sedimentasi di Sungai Serang, Kulon Progo.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana banjir sekaligus menjaga pasokan air saat musim kemarau tahun 2026.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSSO, Vicky Ariyanti, menyampaikan bahwa pengerukan tanah merupakan program rutin untuk mengembalikan kapasitas tampung sungai yang mulai menyempit akibat endapan lumpur.

"Sedimentasi sungai disedot dan diangkat karena kondisinya sudah cukup parah dan memicu penyempitan alur sungai," kata Vicky, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Geger! Penemuan Mayat dalam Mobil Abu-Abu di Ring Road Selatan, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya 

Pada tahun 2026, sasaran utama pengerukan berfokus di wilayah Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, tepatnya pada area bawah Jembatan Grahulan.

BBWSSO menargetkan pembersihan sedimentasi sepanjang 500 meter di kedua sisi sungai, disertai penguatan struktur tanggul guna mengantisipasi risiko longsor dari gerusan air.

Selain memperlancar arus sungai saat musim hujan, pengerukan di musim kemarau memberikan nilai tambah.

BBWSSO memanfaatkan momentum ini untuk membangun penampung air darurat guna menyuplai kebutuhan Bendung Pekik Jamal yang berfungsi mengaliri lahan pertanian warga.

Pengerukan dasar sungai juga berdampak positif pada peningkatan volume air sumur milik masyarakat sekitar.

Baca Juga: GRES Hadir di SMAN 1 Tempel, Dorong Siswa dan Guru Ubah Limbah Plastik Jadi Sumber Daya

Menariknya, hasil pengerukan berupa tanah sedimentasi tidak dibuang begitu saja.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo memanfaatkan material tersebut untuk penimbunan lahan di kawasan Stadion Cangkring dan pembangunan infrastruktur daerah lainnya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi langkah cepat BBWSSO.

Ia menegaskan bahwa proyek pengerukan ini merupakan usulan Pemkab Kulon Progo demi mengantisipasi potensi luapan air ke pemukiman warga.

"Normalisasi ini menjadi bentuk mitigasi konkret dalam menekan risiko bencana banjir di wilayah Kulon Progo," ujar Agung.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Cegah Banjir dan Kekeringan Normalisasi Sungai Serang Mitigasi Banjir Kulon Progo Kulon Progo BBWSSO