KULON PROGO - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kulon Progo selama musim kemarau mengalami peningkatan.
Merespon kondisi itu, Pemkab hingga Polres Kulon Progo mengupayakan kesiapsiagaan penanganan kebakaran.
Hal ini diwujudkan melalui apel kesiapsagaan di Mapolres Kulon Progo, Senin (10/8/2026).
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menjelaskan, musim kemarau diprediksi akan memakan waktu lama.
Baca Juga: Ronald Araujo Resmi Gabung Liverpool dari Barcelona, Transfer Rampung
Normalnya, musim kemarau habis pada Oktober.
Namun, prediksi BMKG menunjukkan adanya kemarau panjang hingga akhir 2026.
Terdapat juga potensi kemarau hingga awal tahun 2027 mendatang.
"Kemarau panjang pasti berdampak ke beberapa sektor, mulai dari pertanian, krisis air bersih hingga karhutla," ucap Ambar, saat ditemui awak media di Mapolres Kulon Progo, Senin (10/8/2026).
Ambar menjelaskan, dampak kemarau panjang meningkatkan potensi karhutla.
Baca Juga: Bakar Limbah Pakan di Dekat Jerami, Kandang Warga di Pulutan Gunungkidul Terbakar
Cuaca panas dan kering membuat, lahan mudah sekali terbakar, walau sumber api kecil.
Menanggapi kondisi itu, pemkab menggandeng seluruh instansi.
Mulai dari kepolisian, TNI, hingga instansi lain untuk penanganan apabila terjadi kebakaran.
Apel kesiapsiagaan bencana dianggap sebagai momentum konsolidasi antar instansi.
Sekaligus menjadi upaya peninjauan kesiapan.
Dalam apel, setiap sarpras penanganan kebakaran ditinjau secara langsung.
Baca Juga: Bakar Limbah Pakan di Dekat Jerami, Kandang Warga di Pulutan Gunungkidul Terbakar
Polres Kulon Progo menunjukkan kesiapan armada water canon yang dapat menyemprotkan air.
Termasuk kendaraan mobil kebakaran milik Kodim 0731 Kulon Progo yang dinyatakan siap untuk membantu jika terjadi kebakaran.
Sementara itu, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat memastikan, bahwa institusinya siap membantu dalam penanganan karhutla.
Komitmen ini, diwujudkan melalui kesiapan sarpras pendukung, mulai dari water canon hingga alat pemadam portable.
"Kami juga sudah melatih ratusan personel untuk membantu penanganan, total 300 personel siap," ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pria Mabuk yang Rusak Palang Pintu Kereta Api di Gamping
AKBP Ridho menjelaskan, pelatihan tanggap darurat bencana rutin digelar.
Personel kepolisian diminta memiliki skill dalam penanganan bencana mulai dari tanah longsor hingga kebakaran hutan.
Termasuk memberikan sosialisasi pebcegahan karhutla melalui Bhabinkamtibmas di setiap kalurahan.
Menurutnya, potensi kebakaran hutan dan lahan bakal meningkat.
Terutama di wilayah Perbukitan Menoreh dengan vegetasi yang rapat.
Saat kemarau, vegetasi dan udara menjadi kering.
Walau hanya dipicu dengan sumber api kecil, kebakaran dapat terjadi.
Baca Juga: Dirusak Pengendara Motor, Palang Pintu Kereta Api di Gamping Selesai Diperbaiki
Kebakaran kecil bisa menjadi kebakaran besar, mengingat saat kemarau api akan membesar dengan pemicu angin.
Butuh kolaborasi antar lintas sektoral agar kebakaran cepat tertangani. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva