Kapok Dugaan Keracunan MBG Kulon Progo, Sejumlah Siswa Usul Diganti Kuota Internet atau Uang

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:21 WIB
PULIH: Siswa SMKN 1 Nanggulan kembali bersekolah walau sempat mengalami mual muntah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PULIH: Siswa SMKN 1 Nanggulan kembali bersekolah walau sempat mengalami mual muntah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 


KULON PROGO – Rentetan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo membuat sejumlah siswa mengaku kapok mengonsumsi menu tersebut.

Mereka bahkan mengusulkan agar program MBG diganti menjadi bantuan kuota internet atau uang tunai.

Salah seorang siswa SMKN 1 Nanggulan, Anisa Gianila, mengaku mengalami sakit perut dan diare usai mengonsumsi MBG pada Senin (3/8/2026).

Menurutnya, hampir seluruh siswa di kelasnya mengalami gejala serupa, mulai dari sakit perut, mual hingga diare.


"Kapok juga, lebih baik diganti kuota internet gratis atau diuangkan," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Vinicius Junior Sepakati Kontrak Baru Berdurasi Enam Tahun untuk Perkuat Real Madrid


Anisa mengaku tidak dapat memastikan penyebab keracunan.

Namun, ia menyebut gejala hanya dialami siswa yang mengonsumsi MBG.

Sejak kejadian itu, ia memilih tidak lagi memakan menu MBG karena khawatir terulang.
Hal serupa disampaikan siswa SMPN 3 Wates, Amalia, yang mengaku dua kali mengalami dugaan keracunan MBG.

Ia berharap kualitas pelaksanaan program diperbaiki dan mengusulkan bantuan dialihkan menjadi uang tunai sekitar Rp10 ribu per hari untuk membeli atau menyiapkan bekal.

Baca Juga: Mohamed Salah Teken Kontrak Berdurasi Dua Tahun bersama Trabzonspor


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyebut kasus dugaan keracunan MBG di wilayahnya telah terjadi enam kali sejak program berjalan.

Tiga kasus terjadi pada 2025 dan tiga kasus lainnya pada 2026, termasuk satu sekolah yang mengalami dua kali kejadian.


Menurut Triyono, Pemkab Kulon Progo mengusulkan evaluasi pelaksanaan MBG kepada Komnas HAM, termasuk pemetaan sasaran penerima manfaat agar lebih difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan, seperti balita dan ibu hamil. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Dugaan Keracunan MBG dugaan keracunan mbg kulon progo Mbg uang kuota internet