Dugaan keracunan menu MBG yang berdampak ke puluhan siswa di Kapanewon Nanggulan, membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil sikap. BGN langsung melakukan penghentian operasional sementara pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nanggulan Jatisarono.
"Operasional SPPG kami hentikan sementara untuk kepentingan investigasi dan evaluasi menyeluruh," jelas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Seleman Harsono Budi Waluyo dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).
Harsono mengungkapkan, penghentian sementara untuk melancarkan proses investigasi. Pihaknya turut berkordinasi dengan Puskesmas Nanggulan untuk perawatan siswa terdampak.
Baca Juga: Disbud Bantul Tetapkan 12 Kalurahan Rintisan Budaya dan Dua Kalurahan Mandiri Budaya
Termasuk kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kulon Progo dan Laboratorium Kesehatan daerah. Tujuannya untuk investigasi epidemiologi, pengambilan sampel untuk pengujian di laboratorium.
Sejauh ini, KPPG Sleman menemukan sejumlah temuan dari pemeriksaan SPPG. Paling mencolok ada pada proses penyimpanan lauk hewani berupa ayam. Idealnya lauk ayam yang telah matang memiliki masa simpan yang dibatasi.
Namun, temuan KPPG menunjukkan lauk ayam disimpan dalam waktu lama, dengan diduga menjadi penyebab gejala keracunan.
Baca Juga: Meski Tiket Launching Team PSS Sleman Sould Out, Slemania Sebut Animo Sleman Fans Belum Tinggi
SPPG juga tak melakukan penyimpanan sampel makanan sesuai dengan ketentuan BGN. Idealnya dalam satu kloter masak, SPPG wajib menyediakan satu sampel makanan lengkap.
Namun, temuan KPPG menunjukkan SPPG tak menyimpan lauk ayam bakar yang diduga menjadi penyebab keracunan. "Temuan awal tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan akhir," ungkapnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Prambanan Sleman, 25 Siswa SD Terdampak
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono mengaku telah menerima informasi terkait kejadian keracunan di Kapanewon Nanggulan. Satgas MBG daerah telah melakukan penelusuran terkait kasus tersebut.
Sedangkan, Puskesmas Nanggulan telah melakukan perawatan ke korban, dan dipastikan tak ada satupun korban yang rawat inap. "Kami akan terus update hasilnya, sekarang tim terus bergerak," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo