Angka Pensiun Lebih Besar Dibanding Jumlah Rekrutan, SMP Negeri 2 Galur Mengalami Krisis Guru

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:40 WIB
ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
KEGIATAN: Siswa SMPN 2 Galur berjalan di selasar sekolah selama MPLS awal Juli 2026 lalu.
ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA KEGIATAN: Siswa SMPN 2 Galur berjalan di selasar sekolah selama MPLS awal Juli 2026 lalu.

KULON PROGO - SMP Negeri 2 Galur sedang mengalami krisis tenaga pendidik guru. Pasalnya, setahun terakhir laju pensiun terus bertambah tanpa diimbangi penambahan SDM. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo mengakui adanya angka pensiun lebih besar dibanding jumlah rekrutan guru.

Ketua Komite SMPN 2 Galur Priyo Santoso menjelaskan, krisis guru mulai terlihat sejak 2026 ini. Pasalnya, tahun ajaran 2026/2027 ini SMPN 2 Galur kekurangan enam guru. Jika terus dibiarkan, sekolah tersebut akan mengalami krisis guru ekstrem. Mengingat sejumlah guru masuk masa pensiun.

"Kekurangan enam sampai dengan delapan guru, kami telah mencoba audiensi dengan Disdikpora untuk mencari solusi," ucap Priyo, Minggu (2/8).

Priyo menjelaskan, komite telah mengupayakan agar Disdikpora memberikan solusi atas krisis guru. Hasil audiensi menunjukkan, krisis guru memang dialami oleh beberapa sekolah di Bumi Binangun. Solusi yang ditawarkan pada audiensi ialah, optimalisasi SDM guru. SDM guru eksisting nantinya akan ditugaskan di beberapa sekolah yang kekurangan guru. Salah satunya SMPN 2 Galur.

Komite SMPN 2 Galur berharap agar rencana tersebut segera terealisasi. Kendati masih menunggu realisasi dari Disdikpora, komite membuat skema untuk mengangkat guru honorer. Namun, skema ini bergantung atas keputusan paguyuban orangtua (POT). Lantaran, upah guru honorer berasal dari kerelaan orangtua.

Baca Juga: Dari Berantas Buta Aksara hingga Cetak Wirausaha, PKBM Ngudi Kapinteran Kini Layani 376 Peserta Didik Beragam Latar Belakang

"Sekolah kami menjadi tujuan siswa di Kapanewon Galur, Panjatan, dan Lendah," ungkapnya.

Priyo menyampaikan, SMPN 2 Galur merupakan sekolah negeri yang berperan vital, karena menampung siswa dari tiga kapanewon. Di samping itu, SMPN 2 Galur memiliki enam rombongan belajar (rombel) setiap angkatannya. Sehingga mampu menyerap siswa lebih banyak dibandingkan sekolah lain.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Kulon Progo Nur Hadiyanto membenarkan, SMPN 2 Galur kekurangan belasan guru. Jumlah ini merupakan akumulasi jumlah guru pensiun di tahun 2026 dan 2027. Hal ini juga dikeluhkan komite saat audiensi di Kantor Dikpora akhir Juni 2026 lalu.

"Sekarang sudah kekurangan enam guru dan delapan guru pensiun dalam waktu dekat, total 14 guru," ucapnya.

Nur menyampaikan, pihaknya mengupayakan agar kekurangan guru diatasi dengan skema redistribusi SDM. Guru eksisting nantinya akan ditugaskan ke beberapa sekolah, termasuk SMPN 2 Galur melalui surat perintah tugas. Skema ini juga disiapkan untuk mengatasi guru dengan jumlah jam ajar kurang. Dalam seminggu, guru harus mendapat minimal 24 jam ajar untuk pencairan tunjangan profesi guru (TPG).

Disdikpora Kulon Progo mengakui krisis guru tak hanya dihadapi SMPN 2 Galur. Lantaran, pemenuhan SDM guru berada di situasi minus growth.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI MINGGU, 2 AGUSTUS 2026

Kondisi ini mengisyaratkan, laju pensiun guru lebih besar dibanding jumlah rekrutan baru. Rata-rata guru pensiun di Kulon Progo tiap tahunnya mencapai 200 orang. Namun, jumlah rekrutan guru melalui jalur CPNS atau CASN tak lebih dari 100 orang.

"Tahun 2026 ada 206 guru pensiun, tapi jumlah rekrutmen CPNS hanya 70 orang," ungkapnya. (gas)

Editor : Bahana.
kulo progo Guru kekurangan guru DIY Belum KLB Corona Headline