KULON PROGO - Sekolah Rakyat (SR) Kulon Progo resmi menampung ratusan siswa dalam tahun ajaran 2026/2027.
Di balik itu semua, ada ratusan orang tua yang merelakan keberangkatan anak mereka ke sekolah rakyat.
Tri Ningsih asal Berbah Sleman mengantarkan putrinya yang bernama Astarini ke SR Kulon Progo dengan penuh kerelaan dan doa.
Pasalnya, ini kali pertamanya melapaskan anaknya untuk hidup di sekolah berbasis asrama.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kulon Progo Terapkan Aturan Ketat Penggunaan Gadget
"Khawatir ada, tapi asalkan anaknya mau tidak masalah," ucap Tri, Jumat (31/7/2026).
Tri menceritakan, awal mula anaknya bisa masuk ke sekolah rakyat.
Awalnya, Tri mendapat informasi terkait SR Kulon Progo dari pendamping PKH.
Anaknya dianggap masuk kualifikasi siswa SR.
Hal ini diperkuat dengan kondisi ekonomi keluarga yang masuk dalam desil 1.
Mengingat, Tri merupakan orangtua tunggal dengan pekerjaan serabutan.
Kabar SR yang akan beroperasi di dengar oleh anaknya.
Dari situlah, anaknya justru menghendaki bersekolah di SR Kulon Progo.
Dari situlah, pendamping PKH mendaftarkan siswa atas persetujuan orangtua.
Tentu terdapat rasa khawatir dari sisi orangtua.
Pasalnya, kesempatan bertemu dengan anak akan sedikit, karena sistem asrama.
Namun, atas dorongan anaknya, Tri kemudian merelakan.
"Saya tidak tahu kapan boleh berkunjung untuk menjenguk," ungkapnya.
Tri mengaku belum menerima informasi terkait jadwal kunjungan yang fleksibel.
Akan tetapi jika diberikan jadwal, Tri akan mengusahakan untuk berkunjung menemui anaknya.
Lantaran, anaknya masih duduk di kelas satu SMP yang membutuhkan dukungan orangtua.
Hal serupa juga diungkapkan Tri Mulyani asal Kapanewon Lendah.
Anaknya merupakan siswa SR jenjang SMP yang nantinya akan tinggal di asrama.
Selama tinggal di asrama, tentunya perempuan itu tak akan bertemu anaknya.
"Kalau sudah kebijakan harus diikuti, tapi kalau ada kesemoatan berkunjung pasti dimanfaatkan," ungkapnya.
Baca Juga: Kementan Genjot Indeks Pertanaman Melalui Gerakan Tanam Serempak Oplah dan CSR
Tri mengaku, telah merelakan anaknya untuk bersekolah di SR.
Kerelaan itu, diwujudkan dengan mempersiapkan kebutuhan sang anak.
Mulai dari mempersiapkan pakaian ganti hingga mengantarkan anak hingga ke asrama. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva