Saingi Parangtritis, Melihat Perbukitan Menoreh dengan Paralayang Giri Sembung Kulon Progo, Harga Tiket Mulai Rp 450 Ribu

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:02 WIB
TERBANG: Pilot paralayang berhasil lepas landas dari Giri Sembung, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo. Anom Bagaskoro/Radar Jogja
TERBANG: Pilot paralayang berhasil lepas landas dari Giri Sembung, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo. Anom Bagaskoro/Radar Jogja

 

KULON PROGO - Objek wisata Giri Sembung resmi dibuka untuk umum. Destinasi yang terletak di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang ini menawarkan wisata paralayang dengan harga terjangkau.

Sekali terbang, pengunjung hanya merogoh kocek ratusan ribu rupiah saja.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan, objek wisata Giri Sembung telah resmi beroperasi. Objek wisata itu memiliki wisata paralayang yang dikelola desa wisata dan bekerjasama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Baca Juga: SPPG Karangwuni Kulon Progo Minta Investigasi Kantin SMPN 3 Wates, Klaim MBG Bukan Penyebab Keracunan Siswa

"Wisata paralayang ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik atau mancanegara," ucap Ambar saat mencoba paralayang di Giri Sembung, Jumat (24/7).

Ia menjelaskan, Giri Sembung awalnya sebuah bukit yang dulu sering digunakan sebagai tempat take off paralayang FASI. Melihat potensi itu, Pemkab Kulon Progo mengembangkan objek wisata.

Melalui dukungan Dana Keistimewaan Giri Sembung mulai dibangun.

Rampung akhir 2025 lalu, FASI serta penikmat paralayang mulai uji coba terbang. Setelah uji coba terbang, operasional resmi wisata paralayang dimulai. Sejak resmi operasional Juni 2026, terdapat ratusan pengunjung yang menikmati paralayang.

"Ada beberapa paket yang ditawarkan. Paket basic dimulai Rp 450 ribu," ucapnya.

Baca Juga: Berikut Daftar Lengkap Skuad Final Timnas Indonesia untuk ASEAN Championship 2026, Ada Kiper PSIM Cahya Supriadi

Ambar menjelaskan, wisata paralayang dapat dinikmati dengan Rp 450 ribu. Jika pengunjung hendak mendokumentasikan momen paralayang dapat mengambil paket lain senilai Rp 650 ribu hingga Rp 700 ribu.

Paket ini dilengkapi kamera tempel dan kamera 360 derajat.

Untuk saat ini, pemkab fokus pada mengembangkan ekosistem sport tourism. Sedangkan untuk pendapat daerah dari objek wisata Giri Sembung masih menjadi bahan kajian. Tujuannya agar Giri Sembung dikenal terlebih dahulu ke masyarakat luas.

Menurutnya, Giri Sembung mampu bersaing dengan objek wisata serupa di Pantai Parangtritis. Pasalnya, angin untuk menerbangkan paralayang hampir ada sepanjang tahun.

 Dimulai dari Maret hingga Oktober. Selain itu, durasi terbang paralayang sekitar 7 menit. Waktu itu, cukup untuk menikmati keindahan landscape Bumi Binangun, serta melihat jajaran Perbukitan Menoreh.

Baca Juga: Cerita Ketua BGN soal Makan Telur hingga Bisulan Jadi Sorotan, Ahli Gizi Beri Penjelasan

Sementara itu, salah seorang pengunjung Indrian mengaku menikmati wisata paralayang. Terbang di barisan Perbukitan Menoreh menggunakan parasut paralayang menjadi pengalaman pertama dan akan selalu di ingat.

"Baru kali pertama mencoba paralayang, sebenarnya takut ketinggian," ucapnya.

Indri menjelaskan, saat take off jantung berdebar-debar. Mengingat take off berada di puncak bukit terbuka. Untungnya, take off lancar dalam sekali lari.

Saat di udara, perempuan ini menikmati penerbangan dengan mendokumentasikan sejumlah landscape panorama. (gas/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
paralayang Perbukitan Menoreh dana keistimewaan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko