Ratusan Siswa SMPN 3 Wates Kulon Progo Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, 27 Siswa Sempat Dirawat di Puskesmas Wates

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:28 WIB
PULANG: Siswa SMPN 3 Wates kembali ke sekolah setelah menerima perawatan dari Puskesmas Wates. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PULANG: Siswa SMPN 3 Wates kembali ke sekolah setelah menerima perawatan dari Puskesmas Wates. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Gejala keracunan menghampiri ratusan siswa SMPN 3 Wates, setelah mengkonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).

Dampaknya, puluhan siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas Wates, Sedangkan sisanya, dipulangkan lebih awal.

Kepala Puskesmas Wates Salamah menjelaskan, dugaan keracunan muncul saat pagi hari.

Puskesmas Wates saat itu, sedang melaksanakan program cek kesehatan gratis.

Namun, saat melakukan tes kesehatan, petugas menemukan sejumlah siswa mengalami gejala diare.

Baca Juga: Di Tengah Gejolak Global, Investasi Rp480 Miliar Masuk Jateng, Serap 500 Tenaga Kerja

"Awalnya kami datang ke sekolah untuk CKG, tapi petugas menemukan siswa diare," ucap Salamah, saat ditemui awak media, Selasa (21/7/2026).

Salamah menjelaskan, awalnya CKG dilaksanakan di area non kelas.

Namun, munculnya keluhan siswa sakit membuat puskemas memindahkan kegiatan di ruang kelas.

Bukannya berkurang, siswa yang mengeluhkan sakit justru bertambah.

Gejalanya, berupa sakit perut, diare, mual, dan muntah.

Petugas medis tak berdiam saja, melihat gejala yang semakin parah, siswa lantas dirujuk ke IGD Puskesmas Wates.

Baca Juga: Siswi SMP Angkasa Adisutjipto Juara O2SN DIY, Siap Kibarkan Nama Yogyakarta di Tingkat Nasional

Terdapat 27 siswa, yang terdiri dari 11 siswi dan 16 siswa.

Selama di puskesmas, siswa mendapat perawatan intensif dari tenaga medis. 

Obat untuk mengurangi gejala diare dan sakit perut turut diberikan ke siswa.

"Kami juga mengambil sampel muntahan dan feses diare," ungkapnya.

Sampel muntahan dan feses telah dikumpulkan oleh tim medis.

Nantinya, sampel tersebut akan dibawa uji laboratorium, guna memperoleh virus atau bakteri penyebab peristiwa itu.

Pihaknya menduga, gejala diare hingga mual muntah menunjukkan potensi keracunan.

Baca Juga: Freddie Akhirnya Dievakuasi, Kuda Delman yang Ditemukan dalam Kondisi Memprihatinkan

Hasil anamnesis atau wawancara dengan pasien, siswa sempat mengkonsumsi MBG pada Senin (20/7/2026).

Kendati mengantongi fakta itu, puskesmas tetap berpegang teguh pada uji laboratorium untuk penentu penyebab keracunan.

Pantauan Radar Jogja, siswa yang dirujuk ke puskesmas telah dipulangkan. Kedatangan mereka ke sekolah diantarkan oleh mobil ambulance.

Sedangkan orangtua siswa menunggu di sekolah untuk penjemputan anak.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan SPPG Karangwuni Arik Kenzie menjelaskan, pihaknya memang bertanggungjawab dalam distribusi MBG di SMPN 3 Wates.

Baca Juga: Manuskrip Merapi-Merbabu di Magelang Simpan Misteri Literasi Kuno

Namun, kejadian dugaan keracunan baru ia dengar.

Sehingga, SPPG belum bisa berkomentar banyak.

"Kami masih berkomunikasi dengan dapur, karena saya juga baru dengar," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
SMPN 3 Wates puskesmas wates Mbg Kulon Progo gejala keracunan