Program Padat Karya Berlanjut, Sejumlah Kalurahan di Kulon Progo Bakal Terima Kucuran Dana Lewat APBD dan BKK Dais

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:04 WIB
GOTONG ROYONG: Warga melakukan pengecoran jembatan yang dulunya rusak parah akibat bencana banjir. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
GOTONG ROYONG: Warga melakukan pengecoran jembatan yang dulunya rusak parah akibat bencana banjir. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Kalurahan di Bumi Binangun bakal menerima kucuran dana untuk program padat karya yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kulon Progo 2026 dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) melalui Dana Keistimewaan.

Program padat karya tersebut untuk pembangunan infrastruktur.

Ada padat Karya Hibah Tuwanggana (LPMKal), dan Padat Karya BKK Dais. 

"Untuk padat karya hibah tuwanggana sebagian sudah selesai, tapi ada yang baru berjalan," Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo Tri Wahyudi, saat ditemui Radar Jogja, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Modus Bantuan Sembako Kembali Muncul, Lansia di Pasar Sorogenen Kehilangan Cincin Emas

Padat karya hibah tuwanggana berasal dari APBD Kulon Progo 2026.

Jumlahnya 39 titik, tersebar di 10 kapanewon.

Sebagian telah rampung pembangunannya. Sebagian lagi masih tahap pengadaan barang dan pembangunan.

"15 titik padat karya dinyatakan rampung. Sedangkan 24 titik lainnya masih tahap pengadaan barang dan pembangunan," sambung Tri.

Program padat karya berfokus pada penyediaan infrastruktur di tingkat kalurahan.

Kendati begitu, khususnya dari APBD, padat karya harus berdasarkan usulan tuwanggana atau kalurahan ke Disnaker Kulon Progo. 

Selanjutnya baru akan dilakukan seleksi lokasi dan penilaian kelayakan.

Apabila memenuhi kriteria, maka kalurahan dapat memperoleh program tersebut.

Baca Juga: 6 Hari Usai Disomasi, Icha Chellow Cs Klarifikasi lagu “Gapapa” Milik Anisa Bahar, Warganet: Kok Tiba-tiba Berhijab?

Selain padat karya sumber APBD, terdapat 39 titik lain padat karya bersumber BKK Dana Keistimewaan.

Program ini, mulai memasuki tahapan sosialisasi.

Namun, sebagian lagi masih tahapan pekerjaan.

"Enam lokasi sudah mulai pengerjaan," lanjutnya.

Menurutnya, program padat karya berfokus pada penyediaan infrastruktur di tingkat kalurahan.

Pekerjaan infrastruktur berupa pengecoran jalan dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Sehingga masalah kualitas dapat dipastikan mutu dan waktunya.

Rata-rata per titik padat karya mampu menghasil 300 meter jalan desa, dengan waktu pengerjaan satu bulan.

Baca Juga: Dishub DIY Gelontorkan Rp 9,37 Miliar Bangun Parkir Ketandan, Perkuat Mobilitas Kawasan Malioboro

Padat karya merupakan program dalam upaya mengurangi pengangguran.

Syaratnya, pekerja padat karya harus berasal dari wilayah padukuhan atau kalurahan setempat.

Tentu pekerja akan mendapatkan upah standar selama waktu pengerjaan yang ditargetkan.

Sementara itu, Carik Hargomulyo Anton Yunianto menjelaskan, kalurahan telah menerima program padat karya BKK Dais 2026.

Program ini telah mulai, dan dijadwalkan akan memakan waktu pengerjaan hingga sebulan kedepan.

"Panjangnya 300 meter, ketebalan beton 12 cm, dan lebarnya 2,75 meter," ungkapnya.

Anton menjelaskan, padat karya mendapat alokasi anggaran Rp 175 juta.

Anggaran tersebut digunakan untuk membeli material hingga membayar upah pekerja untuk pengecoran jalan di Padukuhan Tangkisan 1.

Tentu material hingga upah pekerja dipastikan sesuai juknis dari Disnakertrans DIY sebagai leading sector-nya.

Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Perkuat Penegakan Perda Larangan Mengemis, Patroli Rutin Disiapkan

Kalurahan Hargomulyo baru pertama kali mendapatkan padat karya Dais.

Di tahun sebelumnya, kalurahan hanya mendapat program padat karya bersumber APBD.

Untuk pengususlan program padat karya Dais, pemkal perlu mengusulkan ke Pemprob DIY.

Tentu, proposal harus menyesuaikan tema yang akan diangkat kalurahan. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
APBD dan BKK Dais Kulon Progo kucuran dana kalurahan Program Padat Karya