Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo Berpotensi pada Besaran Dana Bos yang Diterima, Begini Dampaknya!

Anom Bagaskoro • Selasa, 14 Juli 2026 | 15:16 WIB
MPLS: Siswa SDN Pendem membersihkan ruangan kelas dalam masa pengenalan lingkungan sekolah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
MPLS: Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo membersihkan ruangan kelas dalam masa pengenalan lingkungan sekolah. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

  

KULON PROGO - Krisis siswa yang dihadapi SD Negeri Pendem Kulon Progo berpotensi berdampak pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini bergantung dengan jumlah siswa.

BOS dihitung Rp 900 ribu per siswa per tahun.

Sumbernya dari Kementerian Keuangan yang disalurkan dari rekening khas umum negara (RKUN), kemudian ditrasferkan lagi ke rekening masing-masing sekolah.

Guru SDN Pendem Nugraheni Werdyaningsih menjelaskan, BOS digunakan untuk operasional sekolah, seperti membayar tagihan listrik, air, hingga perawatan gedung, termasuk tunjangan profesi guru (TPG) dan pengadaan ekstrakulikuler sekolah

Baca Juga: Penyebab Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo yang Gelar MPLS 2026 Tanpa Siswa Kelas Satu

Guru SD di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo ini mengatakan, krisis siswa di tahun ajaran baru dan potensi dana BOS terdampak, perlu adanya antisipasi yang dilakukan sekolah.

Yakni dengan menghemat anggaran BOS agar semua tercukupi.

BOS yang minim, membuat program sekolah ikut terancam.

Paling utama program ekstrakurikuler.

SDN Pendem memiliki lebih dari tiga ekstrakurikuler.

Mulai dari Pramuka hingga Bahasa Inggris.

Baca Juga: Twibbon MPLS SMK PGRI 5 Denpasar Tuai Sorotan, Sekolah Pilih Pembinaan dan Perketat Edukasi Bermedia Sosial

Penerimaan BOS yang turun, membuat sekolah perlu menyesuaikan program ekstrakurikuler.

Selanjutnya, tidak adanya siswa kelas satu juga menyebabkan TPG guru terancam.

Terdapat tiga guru yang berhak mendapat TPG, tapi berpotensi tidak cair.

Di antaranya, guru kelas satu, guru olahraga, dan guru agama.

Setiap guru ideal memiliki minimal jam ajar 24 jam pelajaran dalam seminggu. 

Tidak adanya siswa kelas satu, membuat guru kekurangan jumlah jam ajar.

"Dengan kondisi ini, kami tetap menyelenggarakan layanan pendidikan sama seperti tahun sebelumnya dan lebih optimal lagi," ungkap Nugraheni ditemui Radar Jogja di kantornya, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Kabar Baik untuk Inggris! Declan Rice Diprediksi Fit Hadapi Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Kendati menghadapi situasi yang sulit, pihak sekolah tetap menjamin layanan pendidikan terbaik bagi siswa-siswanya.

SD Negeri Pendem tidak ingin krisis siswa menjadi batu sandungan bagi hak anak untuk memperoleh pendidikan.

"Jika layanan pendidikan meningkat, pihak sekolah optimistis akan banyak orangtua wali murid yang mempercayakan anaknya bersekolah di SD Negeri Pendem," tandasnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Krisis Siswa #SD Negeri Pendem Kulon Progo #Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo #dampak #Dana Bos