KULON PROGO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo kecolongan dengan tindak perusakan dan pencurian beberapa fasilitas taman kota. Mulai dari kabel, lampu, hingga tanaman perindang pernah dicuri oknum yang kini belum terungkap. Kejadian pencurian juga bukan sekali, namun beberapa kali.
Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan DLH Kulon Progo Budi Purwanta menjelaskan, pencurian dan perusakan pada fasilitas taman kota bukan kali pertama. Lantaran, berulang kali kejadian serupa telah ditemukan.
Pihaknya mengaku, metodenya pencurian dan perusakan juga berbeda-beda. "Terakhir kali di Taman Binangun, baru diganti kabelnya sudah hilang," ucap Budi, Jumat (10/7).
Budi menjelaskan, pencurian kabel di Taman Binangun terjadi pada awal Juli 2026 lalu. Diduga pencurian kabel terjadi di malam hari. Lantaran, saat petugas taman melakukan perawatan di pagi hari telah ditemukan pengrusakan fasilitas dan pencurian.
Taman Binangun yang terletak di sisi barat Taman Budaya Kulon Progo itu tak diawasi petugas di malam hari, termasuk tak adanya kamera pengawas.
Petugas taman mendapati, instalasi listrik sepanjang 50 meter telah hilang. Kabel yang seharusnya tertanam di dalam tanah telah raib. Diduga, pelaku mencabut kabel secara paksa hingga mengakibatkan fasilitas pedestrian yang dilewati jalur instalasi ikut rusak.
Pencurian kabel ini, membuat lampu Taman Binangun tak menyala. "Total tujuh lampu mati, membuat taman gelap, kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 10 juta," ungkapnya.
Kejadian pencurian dan perusakan fasilitas taman ini bukan kali pertama. Lantaran, pencurian pernah terjadi di Taman Kedunggong. Pihaknya rutin melakukan penggantian kabel jika telah rusak. Namun setelah diganti, kabel instalasi lampu taman justru raib digondol maling.
Tak hanya kabel, DLH menemukan tindakan pencurian lampu taman. Banyak lampu taman yang diduga dicuri oknum tak bertanggung jawab. Tak hanya lampu penerangan, lampu led strip sebagai penghias taman pernah menjadi korban pencurian.
Baca Juga: Guru Paud, Siswa SMA hingga Mahasiswa Ikuti SR Camp 2026
"Tanaman juga pernah dicuri, ini yang membuat kami bingung dan heran," ungkapnya.
Budi mengaku, bingung dengan beberapa kali insiden pencurian. Lantaran, barang yang dicuri tergolong aneh-aneh. Salah satunya, tanaman hias yang biasa untuk memperindang taman, ikut dicuri.
Pihaknya mengakui, pengawasan taman di malam hari cukup longgar. Lantara, taman tak dilengkapi kamera pengawas. Hanya Taman Wana Winulang yang diawasi dua kamera pengawas. Sedangkan taman lain tak dilengkapi kamera pengawas.
Pihaknya mengimbau, agar masyarakat ikut membantu dalam menjaga fasilitas bersama. Apabila menemukan aktivcitas mencurigakan, warga dapat melapor ke pihaknya atau kepolisian setempat. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo