Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Refocusing Anggaran dari Pemkab Kulon Progo, Peringatan HUT ke-81 RI Tanpa Paskibra Tingkat Kapanewon

Anom Bagaskoro • Jumat, 10 Juli 2026 | 12:03 WIB
PENGUKUHAN: Personel Paskibraka Kulon Progo menerima pengukuhan sebelum bertugas mengibarkan bendera HUT RI. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PENGUKUHAN: Personel Paskibraka Kulon Progo menerima pengukuhan sebelum bertugas mengibarkan bendera HUT RI. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO - Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kapanewon Bumi Binangun tahun ini ditiadakan.

Pasalnya, pengadaan pasukan yang bertugas dalam upacara Hari Kemerdekaan ini, terganjal kebijakan refocusing anggaran yang dilakukan Pemkab Kulon Progo.

Hal ini membuat peringatan hari besar nasional (PHBN) berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Termasuk pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 RI.

Baca Juga: Prancis Taklukkan Maroko, Rabiot: Kami Tidak Pernah Merasa Terancam, Meskipun Tidak Menguasai Bola

"Hasil koordinasi hampir semua kapanewon sama, efek refocusing anggaran membuat PHBN akan berbeda," ungkap Panewu Anom Kapanewon Galur Alif Romdhoni, Jumat (10/7/2026).

Alif menjelaskan, refocusing anggaran membuat pemerintah kapanewon meniadakan sejumlah program. 

Salah satunya, pendidikan dan pengadaan paskibra.

Karena anggaran dipangkas, maka dalam upacara HUT ke-81 RI nanti, tidak akan menggerakkan 70 personel paskibra di tingkat kapanewon. 

Baca Juga: Sakit Tak Harus di Rumah Sakit, Wali Kota Jogja Dorong Perawatan Paliatif di Rumah, RS Bethesda Siapkan Hospice

Di Kapanewon Galur, upacara HUT ke-81 RI hanya akan digelar di halaman Kantor Kapanewon bukan di lapangan luas seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk prosesi pengibaran bendera, pihak kapanewon akan mencari lima orang siswa jenjang SMP atau SMA sebagai petugas.

"Memang anggaran kapanewon sangat terbatas, sedangkan untuk menjalankan program paskibra butuh Rp 30 juta," terangnya.

Baca Juga: Arsene Wenger Jagokan Prancis untuk Menjadi Juara Piala Dunia 2026 dan Sebut Hanya Spanyol Sebagai Penantang Serius

Jumlah anggaran tersebut umumnya digunakan untuk konsumsi, latihan, hingga pengukuhan.

Sedangkan urusan seragam, kapanewon memiliki pakaian inventarisir untuk paskibra.

Pihaknya berharap, pengadaan paskibra dapat bertahan di tahun selanjutnya.

Tujuannya bukan sekadar latihan baris berbaris dan menjadi pasukan pengibar bendera, melainkan memupuk jiwa nasional dan rasa cinta tanah air.

Mendidik pemuda agar lebih mencintai negara. 

Termasuk wawasan kebangsaan, dan penanaman nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga: Jalani Debut Saat Melawan Arsenal di Emirates, The Gunners Resmi Rekrut Kiper Illan Meslier dari Leeds United

Kendati upacara HUT ke-81 RI tanpa paskibra, pemerintah kapanewon berupaya menggelar kegiatan secara sederhana tanpa mengurangi rasa khidmat dengan semangat menghormati pahlawan serta memperingati kemerdekaan.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo Pratiwi Ngasaratun menjelaskan, pembinaan paskibra tingkat kapanewon merupakan kewenangan pemerintah kapanewon. 

Lantaran, aturan pembentukkan dan pembinaan paskibraka hanya sampai di tingkat kabupaten.

"Kalau paskibra itu kewenangan masing-masing kapanewon," ungkapnya.

Tiwi menjelaskan, ada perbedaan antara paskibra dengan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka).

Baca Juga: Tepis Cedera Pergelangan Kaki, Kylian Mbappe Tegaskan Baik-baik Saja dan Siap untuk Laga Semifinal Piala Dunia

Di tingkat kapanewon biasanya disebut paskibra, sedangkan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat disebut paskibraka.

Ketiadaan paskibra di tingkat kapanewon bukan kewenangan kesbangpol.

Hal ini ditegaskan dengan Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022.

Kendati, paskibra kapanewon ditiadakan kesbangpol tetap mengeluarkan surat edaran khusus pemerintah kapanewon.

Surat edaran itu, berfokus pada penyelenggaraan upacara di setiap kapanewon, walau tanpa paskibra.

Baca Juga: Prediksi Skor Spanyol vs Belgia Perempat Final Piala Dunia 2026, Setan Merah Ingin Akhiri Dominasi La Roja dan Tiket Semifinal

Khusus untuk Paskibraka Kabupaten 2026, pihaknya memang telah melakukan pembinaan.

Sejumlah 38 siswa putra dan putri, telah melewati seleksi paskibraka.

Paskibraka Kulon Progo telah menjalani latihan awal Juli 2026 lalu.

Nantinya menjelang upacara HUT ke-81 RI, paskibraka akan dikukuhkan.

Walau masih melakukan pembinaan paskibraka, Kebangpol mengakui ada perubahan akibat refocusing anggaran. 

Anggaran untuk apresiasi paskibraka yang telah menjalankan tugas mengalami penurunan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dampak Refocusing Anggaran #Peringatan HUT ke-81 RI #Pemkab Kulon Progo #refocusing anggaran #paskibra