KULON PROGO - Sekolah Rakyat (SR) di Indonesia bakal beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Kendati begitu, belum ada guru maupun tenaga pendidik (tendik) untuk mengajar.
Kementerian Sosial (Kemensos) RI meminta bantuan ke pemerintah daerah untuk penyediaan guru sementara.
Hal itu berdasarkan surat Nomor 2347/9/HM.01.03/6/2026 dari Kemensos.
Dalam surat itu menegaskan operasional SR pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Terdapat 93 SR Permanen, delapan SR Rintisan Baru, dan 77 SR Rintisan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Berpisah dengan Real Madrid, Alvaro Arbeloa Menjadi Pelatih Baru Fulham
Untuk Sekolah Rakyat Permanen, peserta didik baru masuk pada 13 Juli 2026 mendatang.
Dalam hal pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, Kemensos telah menyiapkan guru permanen SR.
Akan tetapi, guru permanen baru bisa masuk pada 10 September 2026 mendatang.
Oleh karena itu, Kemensos membutuhkan bantuan pemerintah daerah yang menjadi tuan rumah SR untuk menyediakan guru sementara.
Guru sementara akan mengampu pelaksanaan MPLS dan program Matrikulasi hingga pengajar permanen masuk.
Untuk SR Kulon Progo, pemkab diminta memberikan dukungan guru sementara.
Di antaranya pengajar tamu MPLS sebanyak sembilan guru dan guru tamu matrikulasi 23 guru.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi membenarkan adanya tembusan surat permintaan dukungan.
"Sudah kami terima, dan akan segera kami tindaklanjuti," ucap Nur, saat dihubungi Radar Jogja, Rabu (8/7/2026).
Nur menjelaskan, permintaan pemerintah pusat segera ditindaklanjuti untuk memaksimalkan pembelajaran SR.
Saat ini, Disdikpora Kulon Progo masih berkordinasi dengan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dan pihak terkait.
Baca Juga: Masih Nganggur Tak Punya Klub, Arne Slot Berpeluang Reuni dengan Virgil van Dijk di Timnas Belanda
Sebelumnya, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menanggapi sambutan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf.
Dalam sambutan itu, orang nomor satu di Kemensos meminta dukungan pemkab agar dapat menyediakan SDM untuk sementara waktu.
"Kalau memang membutuhkan guru atau SDM lain untuk sementara, tentu kami akan membantu," ungkapnya.
Ambar menegaskan dukungan pemkab untuk penyediaan sementara SDM guru atau tenaga pendidik segera ditindaklanjuti.
Pemkab berharap, dukungan tersebut akan membuka jalan kolaborasi lain.
Harapannya, setelah SR Kulon Progo beroperasi normal, banyak tenaga kerja dapat diserap dari sekitar lokasi sekolah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva