KULON PROGO - Sistem penerimaan murid baru (SPMB) pada jenjang SMA/SMK resmi ditutup, Selasa (7/7/2026).
Di SMK Negeri 1 Girimulyo, yang terletak di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo justru kekurangan murid.
Penurunan signifikan.
Baca Juga: Balita di Magelang Terjebak dalam Tabung Pengering Mesin Cuci
Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMKN 1 Girimulyo Winarto menjelaskan, adanya penurunan jumlah penerimaan siswa pada SPMB 2026.
Keterisian baru 62 persen.
Penurunan ini cukup mengagetkan, mengingat pada 2025 jumlah penerimaan siswa cukup banyak, yakni, 117 siswa.
Sementara tahun ini hanya 89 siswa yang mendaftar, dari total daya tampung sebanyak 144 siswa yang terbagi dalam empat kelas. Satu rombel berisi 36 siswa.
SMKN 1 Girimulyo terbagi dalam kelas dengan jurusan Akutansi satu kelas, Teknik Sepeda Motor (TSM) dua kelas dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) satu kelas.
Baca Juga: Polisi Tahan Dua Belas Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha Kota Jogja
Pada 2025, tingkat rata kelas berisi 30 siswa,.
"Tahun ini memang cukup mengagetkan, kami mengalami penurunan signifikan," ucap Winarto, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Lanjut dia, tahun ini tingkat rata kelas jumlahnya hanya 22 siswa.
Winarto menjelaskan, sekolah mengaku kaget dengan penurunan penerimaan siswa.
Tahun ini, jurusan akutansi hanya menerima 20 siswa dari 36 kursi yang disediakan.
Jurusan teknik sepeda motor menerima 39 siswa dari 72 kursi tersedia.
Sedangkan, jurusan teknik kendaraan ringan baru terisi 30 siswa dari 36 kursi tersedia.
Baca Juga: Truk Kontainer Hantam Lima Motor di Jalur Patung Sapi Pandaan, Tiga Orang Tewas
Angka penerimaan tahun ini, mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya.
Secara regulasi, SPMB telah resmi ditutup.
Kendati begitu SMKN 1 Girimulyo tetap membuka pendaftaran murid baru tahun ajaran 2026/2027..
Penerimaan siswa ini, dikhususkan bagi masyarakat disekeliling sekolah, sehingga dapat menyumbang keterisian siswa dalam satu rombel.
"Kami masih melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab kekurangan siswa," tegasnya.
Baca Juga: Misteri Jembatan Cangar, Benarkah Ada Sosok Penunggu yang Kerap Menyesatkan Pengendara?
Winarto menduga berkurangnya jumlah penerimaan siswa disebabkan krisis lulusan.
Jika melihat SMP atau MTs terdekat, jumlah lulusan mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Hal ini membuat jumlah lulusan SMP sederajat yang lanjut ke SMK semakin menurun.
Padahal selama ini, SMKN 1 Girimulyo menjadi rujukan sekolah kejuruhan di Kapanewon Girimulyo.
Bahkan, masyarakat Kabupaten Purworejo turut menjadi siswa mereka, karena letaknya berada di perbatasan.
Namun, demografi lulusan SMP yang terus berkurang, membuat sekolah ini kehilangan siswa pada SPMB. (gas)